Loading...

Maktabah Reza Ervani



Tafsir Muyassar
Detail Kitab 109 / 6236
« Sebelumnya Halaman 109 dari 6236 Berikutnya » Daftar Isi
Original English
And the Jews followed what the devils used to relate to the sorcerers during the reign of the kingdom of Solomon son of David. And Solomon did not disbelieve and he did not learn magic, but the devils are the ones who disbelieved in Allah when they taught people magic; as a corruption for their religion. And likewise the Jews followed the magic that was sent down to the two angels Harut and Marut, in the land of -Babylon- in -Iraq-; as a test and a trial from Allah for His servants, and the two angels did not teach anyone until they advised him and warned him from learning magic, and said to him: "Do not disbelieve by learning magic and obeying the devils." So people would learn from the two angels that which caused hatred between a husband and wife until they separated. And the sorcerers cannot harm anyone with it except by the permission of Allah and His decree. And the sorcerers only learn evil that harms them and does not benefit them, and the devils have transferred it to the Jews, so it spread among them until they preferred it over the Book of Allah. And the Jews have surely known that whoever chose magic and left the truth has no share of good in the Hereafter. And evil is that for which they sold themselves of magic and disbelief in exchange for faith and following the Messenger, if they had knowledge that would produce action according to what they were exhorted with.
Terjemah Indonesia

Al Baqarah

ayat 102

Orang-orang Yahudi mengikuti apa yang diceritakan setan-setan kepada para tukan sihir zaman kerajaan Nabi Sulaiman bin Daud. Sulaiman tidaklah kafir dan tidak pernah belajar sihir, akan tetapi setan-setan itulah yang kafir kepada Allah tatkala mereka mengajarkan sihir kepada manusia, demi merusak agama mereka. Demikian juga, orang-orang Yahudi itu mengikuti sihir yang diturnkan kepada dua orang malaikat, Harut dan Marut, di negeri Babil di Iraq, sebagai bentuk ujian dan cobaan Allah kepada para hamba-Nya. Kedua malaikat tersebut tidaklah mengajarkan kepada seorang pun sehingga keduanya menasihatkan dan memberikan peringatan kepadanya tentang belajar sihir. Kedua malaikat itu berkata, “Janganlah kamu kufur karena belajar sihir dan patuh kepada setan.” Namun ternyata orang-orang belajar dari malaikat itu sesuatu yang bisa menimbulkan kebencian antara suami dan istri sehingga keduanya bercerai. Para tukang sihir itu tidak mampu memberikan mudharat kepada seorang pun dengan sihir mereka kecuali dengan izin Allah dan karena memang sudah menjadi qadha’-Nya. (Apa) yang dipelajari para tukang sihir itu tidaklain adalah keburukan (kejahatan) yang merugikan mereka, bukannya memberi manfaat. Sihir itu kemudian diusung oleh setan kepada orang-orang Yahudi sehingga kemudian menyebar di tengah-tengah mereka, sehingga akhirnya mereka lebih mengutamakannya daripada Kitab Allah. Orang-orang Yahudi itu sebenarnya tahu bahwa oran yang memilih sihir dan meningalkan kebenaran tidak akan memperoleh jatah kebaikan di akhirat. Sungguh buruk, tindakan mereka (dengan)membeli sihir dan kekufuran sebagai ganti dari iman serta (ittiba’) Rasul, jika saja mereka memiliki ilmu yang membuahkan pengalaman dari apa yang telah dinasihatkan kepada mereka.

Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 109 dari 6236 Berikutnya » Daftar Isi