Maka datanglah setelah mereka ini yang telah Kami sifatkan itu sebagai pengganti yang buruk yang mereka mengambil Al-Kitab dari para pendahulu mereka, lalu mereka membacanya dan mengetahuinya, namun mereka menyalahi hukumnya, mereka mengambil apa yang dipaparkan kepada mereka berupa kesenangan dunia dari hasil usaha yang nista laksana suap dan selainnya; dan yang demikian itu dikarenakan dahsyatnya ambisi mereka serta ketamakan mereka. Dan mereka berkata bersamaan dengan itu: Sesungguhnya Allah kelak akan mengampuni bagi kami dosa-dosa kami sebagai bentuk pengangan-angan atas nama Allah akan kebatilan. Dan jika datang kepada orang-orang Yahudi ini kesenangan yang akan sirna dari jenis keharaman niscaya mereka akan mengambilnya dan menghalalkannya, seraya mereka bersikeras atas dosa-dosa mereka serta pendermaan mereka terhadap yang haram. Bukankah telah diambil atas mereka janji-janji dengan penegakan Taurat serta pengamalan dengan apa yang ada di dalamnya, dan agar mereka tidak mengatakan atas nama Allah melainkan kebenaran serta agar tidak berbohong atas-Nya? Padahal mereka telah mengetahui apa yang ada di dalam Kitab namun mereka menyia-nyiakannya, dan mereka meninggalkan pengamalannya, serta mereka menyalahi janji Allah kepada mereka dalam hal tersebut. Padahal Negeri Akhirat adalah lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa kepada Allah, lalu mereka mematuhi perintah-perintah-Nya, serta menjauhi larangan-larangan-Nya. Maka apakah mereka yang mengambil hasil usaha nista ini tidak berakal bahwasanya apa yang ada di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal bagi para ahli takwa?