Tidak selayaknya bagi seorang nabi untuk memiliki tawanan dari kalangan musuh-musuhnya hingga ia menuntaskan pembunuhan; demi memasukkan rasa ngeri di dalam hati mereka serta demi mengukuhkan pilar-pilar agama. Kalian menginginkan —wahai sekalian kaum Muslimin— dengan tindakan kalian mengambil tebusan dari para tawanan —Badr— akan harta benda dunia, padahal Allah menginginkan penampakan agama-Nya yang dengannya diraih akhirat. Dan Allah Maha Perkasa tidak terkalahkan lagi Maha Bijaksana dalam syariat-Nya.