Ingatlah, wahai Nabi, ketika Kami jadikan Kakbah itu sebagai tempat rujukan bagi umat manusia yang mereka datangi, kemudian kembali ke keluarga mereka, kemudian kembali lagi kepadanya, serta sebagai tempat berkumpul mereka dalam haji dan umrah, thawaf,shalat, dan sebagai tempat yang aman bagi mereka. Tidak ada musuh yang hendak menyerang mereka di dalamnya. Kami katakana, “Jadikanlah sebagin dari maqam Ibrahim sebagai tempat shalat, yaitu batu yang menjadi tempat Ibrahim berdiri ketika membangun kakbah. Kami wahyukan kepada Ibrahim dan putranya, Ismail, “Bersihkanlah Rumah-Ku dari segala jenis kotoran dan noda, agar dapat digunakan oleh orang-orang yang beribadah di dalamnya dengan menegerjakan thawaf di sekitar (sekeliling) Kakbah atau iktikaf di masjid dan shalat di dalamnya.”