Dan sebagaimana Kami telah menidurkan mereka selama bertahun-tahun yang banyak, serta Kami bangunkan mereka setelahnya, Kami perlihatkan mereka kepada penduduk zaman tersebut, setelah sang penjual menyingkap jenis dirham yang dibawa oleh utusan mereka; agar manusia mengetahui bahwasanya janji Allah dengan kebangkitan adalah benar, dan bahwasanya kiamat itu pasti datang tidak ada keraguan padanya, saat orang-orang yang melihat para penghuni gua tersebut berselisih dalam urusan kiamat: maka di antara mereka ada yang menetapkannya dan di antara mereka ada yang mengingkarinya, lalu Allah menjadikan penampakan mereka terhadap para penghuni gua sebagai hujah bagi orang-orang mukmin atas orang-orang kafir. Dan setelah urusan mereka tersingkap dan mereka wafat, berkatalah segolongan dari orang-orang yang melihat mereka: Bangunlah kalian di atas pintu gua sebuah bangunan yang menutup mereka, dan biarkanlah mereka beserta urusan mereka, Tuhan mereka lebih mengetahui dengan keadaan mereka. Dan berkatalah para pemilik kekuasaan serta pengaruh di tengah mereka: Benar-benar kami akan menjadikan di atas tempat mereka sebuah masjid untuk ibadah. Padahal Rasulullah ﷺ sungguh telah melarang dari tindakan menjadikan kuburan para Nabi serta orang-orang saleh sebagai masjid, dan beliau melaknat orang yang melakukan hal tersebut di akhir wasiat beliau bagi umatnya, sebagaimana pula beliau melarang dari pembangunan di atas kuburan secara mutlak, serta dari penembokan maupun penulisan di atasnya; karena yang demikian itu termasuk bentuk sikap berlebihan yang terkadang mengantarkan menuju penyembahan orang yang ada di dalamnya.