Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian tanpa bisa dihindari sebanyak apa pun ia diberi umur di dunia. Dan tidaklah keberadaannya di dalam kehidupan melainkan sebagai ujian dengan beban taklif berupa perintah dan larangan, serta dengan silih bergantinya keadaan berupa kebaikan dan keburukan, kemudian tempat kembali dan rujukan setelah itu adalah kepada Allah —semata— demi perhitungan dan pembalasan.