Apakah kamu tidak mengetahui, wahai Rasul, kisah para pembuka dan pemimpin kalangan Bani Israil setelah zaman Nabi Musa, ketika mereka meminta kepada nabi mereka agar diangkat untuk mereka seorang raja, yang mereka itu akan berkumpul di bawah kepemimpinannya dan akan berperang di jalan Allah melawan musuh-musuh. Sang nabi berkata kepada mereka, “Apakah urusannya seperti yang aku perkirakan, bahwa jika benar-benar telah diwajibkan atas kalian berperang di jalan Allah, lantas kalian tidak juga mau berperang? Aku memperkirakan kepengecutan dan sikap kalian yang akan lari dari medan perang.” Dengan sikap membantah perkiraan sang nabi tesebut, mereka berkata, “Penghalang macam apa yang akan merintangi kami dari berperang di jalan Allah, sedangkan musuh kami telah mengusir kami dari kampung halaman kami dan menjauhkan kami dari anak-anak kami dengan melakukan penyerangan dan penawanan terhadap pihak kami?” Tatkala Allah telah mewajibkan perang terhadap mereka bersama sang raja yang telah ditunjuk oleh nabi mereka, ternyata mreka bersikap pengecut dan lari dari perang; kecuali hanya sedikit saja dari mereka yang tetap bertahan karena karunia dari Allah. Allah mengetahui betul orang-orang zhalim yang melanggar janji-janji mereka.