Al Baqarah
Ketika Thalut membawa keluar tentaranya untuk berperang melawan kaum Amaliqah maka dengan sebuah sungai yang akan kalian lintasi di hadapan kalian. Tujuannya adalah untuk memisahkan orang mukmin dari orang munafik. Barang siapa di antara kalian minum dari air sungai tersebut, berarti ia bukan bagian dari pengikutku dan tidak pantas untuk berjihad bersamaku. Sedangkan siapa saja yang tidak meneguk air sungai tersebut, berarti ia benar-benar pengikutku karena ia mematuhi perintahku dan layak untuk berjihad. Kecuali, jika ia hanya mengambil satu cidukan dengan menggunakan tangannya maka tidak ada cela baginya, sebagai sebuah keringanan.” Tatkala sampai di sungai itu, ternyata mereka berebut air dan berlebihan dalam meminum air, kecuali hanya sedikit saja dari mereka yang mampu bersabar untuk menahan dahaga dan rasa panas; sehingga mereka mencukupkan diri dengan hanya mengambil air dengan satu kali cidukan tangan saja. Ketika itu, orang-orang yang melanggar aturan terlambat di belakang. Dan, ketika Thalut sudah melintasi sungai tersebut bersama sejumlah kecil orang-orang beriman yang menyertainya, yaitu tiga ratus sekian belas orang, untuk bertempur dengan musuh, lantas mereka melihat banyaknya jumlah musuh serta perlengkapannya mereka pun berkata, “Tiada kuasa bagi kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya yang perkasa.” Namun, orang-orang yang yakin betul akan perjumpaan dengan Allah, mengingatkan saudara-saudara mereka akan Allah dan kekuasaan-Nya dengan mengatakan, “Betapa sering sebuah kelompok kecil yang beriman nan sabar itu meraih kemenangan dengan izin Allah dan perintah-Nya, mengalahkan kelompok yang banyak namun kafir nan melampaui batas. Allah bersama orang-orang sabar, dengan memberikan taufik (petunjuk) dan pertolongan serta memberikan pahala yang baik.”