Pada Hari Kiamat nanti, yang merupakan Hari Pembalasan, dalam penantiannya setiap jiwa akan mendapati amalkebajikan yangtelah dilakukannya itu benar-benar dipenuhi di hadapannya, agar ia diberi balasan karenanya. Begitu juga, setiap amal buruk yang dilakukannya ia dapati dalam penantiannya juga, sampai akhirnya ia berangan-angan sekiranya antara dirinya dengan amal ini ada jarak waktu yang sangat jauh, sehingga ia bisa menyiapkan diri untuk menghadapi hari tersebut, dan mereka takut akan siksaan dari Allah Yang Mahaperkasa. Sekalipun hukuman dari Allah itu keras, namun Allah tetap Maha Penyayang kepada para hamba-Nya.