Ia mendengarkan ayat-ayat Kitabullah dibacakan atasnya, kemudian ia tetap bersikeras di dalam kekafirannya seraya merasa tinggi di dalam dirinya dari kepatuhan bagi Allah dan rasul-Nya, seakan-akan ia tidak mendengar apa yang dibacakan atasnya berupa ayat-ayat Allah, maka berilah kabar gembira —wahai Rasul— kepada si pembohong yang berdosa ini dengan azab yang pedih lagi menyakitkan di dalam neraka Jahanam pada hari kiamat.