Kelak orang-orang yang tertinggal di antara orang Arab badui dari pengeluaran bersamamu menuju —Makkah— akan berkata kepadamu —wahai Nabi— apabila engkau mencela mereka: Harta benda kami dan keluarga kami telah menyibukkan kami, maka mohonkanlah ampun kepada Tuhanmu bagi kami agar Dia mengampuni ketertinggalan kami, mereka mengatakan hal itu dengan lisan-lisan mereka, padahal tidak ada hakikat baginya di dalam hati mereka, katakanlah kepada mereka: Maka siapakah yang memiliki bagi kalian dari Allah sesuatu pun jika Dia menginginkan keburukan bagi kalian ataukah menginginkan kebaikan bagi kalian? Urusannya tidaklah sebagaimana yang disangka oleh orang-orang munafik ini bahwasanya Allah tidak mengetahui perkara apa yang diliputi oleh batin mereka berupa kenifakan, bahkan sesungguhnya Dia Subhanahu terhadap apa yang mereka kerjakan senantiasa Maha Mengenal, tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Nya dari amal perbuatan makhluk-Nya.