Ingatlah, wahai Rasul, ketika Allah mengambil janji teguh terhadap orang-orang yang diberi Alkitab oleh Allah dari kalangan kaum Yahudi dan Nasrani (kaum Yahudi mempunyai kitab taurat dan kaum Nasrani memiliki Injil), agar mereka mengamalkan keduanya serta menjelaskan kepada umat manusia apa yang terkandung di dalamnya. Jangan sampai mereka itu menutup-nutupi hal itu dan menyembunyikannya. Namun ternyata mereka melanggar janji itu dan tidak mau berpegang kepadanya. Mereka mengambil harga (keuntungan) yang tak seberapa sebagai imabalan atas tindakan mereka menyembunyikan kebenaran serta mengubah kandungan Alkitab. Sungguh, seburuk-buruk pertukaran adalah pertukaran yang mereka lakukan, yaitu dalam mengabaikan janji serta mengganti isi Alkitab.