Dan orang-orang yang menempati —Madinah—, serta beriman sejak sebelum hijrahnya kaum Muhajirin —merekalah kaum Anshar— yang mana mereka mencintai kaum Muhajirin, serta mereka membantu Muhajirin dengan harta benda mereka, dan mereka tidak mendapati di dalam diri mereka sendiri rasa dengki bagi Muhajirin dari apa yang mereka diberikan berupa harta fai' dan selainnya, serta mereka lebih mendahulukan kaum Muhajirin dan para pemilik kebutuhan di atas diri mereka sendiri, walaupun keberadaan mereka memiliki kebutuhan dan kefakiran, dan barangsiapa yang selamat dari kekikiran serta penahanan kelebihan dari harta maka mereka itulah orang-orang yang beruntung yang telah menang dengan apa yang mereka cita-citakan.