Dan Allah membuat sebuah perumpamaan bagi keadaan orang-orang mukmin —yang mereka membenarkan Allah, dan menyembah-Nya semata, serta beramal dengan syariat-Nya, dan bahwasanya mereka itu tidak membahayakan mereka pencampuran orang-orang kafir di dalam interaksi mereka— dengan keadaan istri Firaun yang mana ia berada di dalam perlindungan orang yang paling kafir kepada Allah, padahal ia adalah wanita yang beriman kepada Allah, saat ia berkata: Wahai Tuhan bangunlah bagiku sebuah tempat tinggal di sisi-Mu di dalam surga, dan selamatkanlah aku dari otoritas Firaun dan fitnahnya, serta dari perkara yang muncul darinya berupa amal-amal keburukan, dan selamatkanlah aku dari kaum yang mengikuti baginya di dalam kezaliman dan kesesatan, serta dari azab mereka.