Maka apabila Malaikat meniup di dalam —Sangkakala— dengan satu tiupan saja, yaitu tiupan pertama yang ia terjadi di sisinya kebinasaan alam semesta, dan diangkatlah bumi serta gunung-gunung dari tempat-tempatnya lalu keduanya dihancurkan, serta keduanya dihancurlumatkan dengan satu kali hanturan. Maka pada saat itulah tegaklah hari kiamat, dan terbelahlah langit, maka ia pada hari itu dalam keadaan lemah lagi lunglai, tidak ada kekokohan di dalamnya dan tidak pula kekuatan, sementara para malaikat berada di sisi-sisinya dan penjuru-penjurunya, dan memikul Arsy Tuhanmu di atas mereka pada hari kiamat oleh delapan malaikat yang agung. Pada hari itu kalian ditawarkan kepada Allah —wahai sekalian manusia— demi perhitungan dan balasan, tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya sesuatu pun dari rahasia-rahasia kalian.