Biarkanlah Aku —wahai Rasul— bersama orang yang Aku telah menciptakannya di dalam perut ibunya dalam keadaan sendirian lagi tunggal, yang tidak memiliki harta dan tidak pula anak, lalu Aku menjadikannya memiliki harta yang terbentang lagi luas serta anak-anak yang senantiasa hadir bersamanya di —Makkah— yang mana mereka tidak pernah gaib darinya, dan Aku telah memudahkan baginya jalan-jalan kehidupan dengan seutuh-utuhnya kemudahan, kemudian ia masih saja berharap setelah pemberian ini agar Aku menambah baginya di dalam hartanya dan anaknya, padahal ia telah kafir kepada-Ku. Urusannya tidaklah sebagaimana yang didakwakan oleh si fasik yang berdosa ini, Aku sekali-kali tidak akan menambah baginya di atas hal itu; sesungguhnya ia dahulu terhadap Al-Qur'an dan hujah-hujah Allah atas makhluk-Nya adalah orang yang membangkang lagi mendustakan, kelak Aku akan membebaninya kepayahan dari azab dan kelelahan yang tidak ada istirahat baginya darinya.