Tidakkah engkau mengetahui -wahai Rasul- perihal orang-orang munafik yang mengaku beriman terhadap apa yang diturunkan kepadamu (yaitu Al-Qur’an) dan apa yang diturunkan kepada para rasul sebelum engkau, sementara mereka ingin berhukum dalam menyelesaikan perkara di antara mereka kepada hukum selain syariat Allah yang batil, padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkari kebatilan itu? Dan setan menghendaki untuk menyesatkan mereka jauh dari jalan kebenaran. Ayat ini menjadi dalil bahwa iman yang benar menuntut tunduk kepada syariat Allah dan berhukum dengannya dalam segala urusan; siapa yang mengaku beriman namun lebih memilih hukum thagut dibanding hukum Allah, maka ia pendusta dalam pengakuannya.