Kewajiban Qadha Puasa Ramadhan yang Terlewat Beserta Fidyah



وجوب قضاء ما فات من رمضان مع الفدية.

Kewajiban Qadha Puasa Ramadhan yang Terlewat Beserta Fidyah

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Kewajiban Qadha Puasa Ramadhan yang Terlewat Beserta Fidyah ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Ibadah

السؤال:

Pertanyaan:

لي قريبة كان والدها يمنعها من الصيام في رمضان بحجة ضعف بنيتها- وذلك بعد بلوغها وحتى ما قبل زواجها وهي تسأل الآن هل عليها أن تقضي كل السنوات التي لم تصمها مع ملاحظة أنها تعتقد أنها كانت قادرة على صيام رمضان، وماحكم الشرع فيما قام به والدها؟

Saya memiliki seorang kerabat yang ayahnya melarangnya berpuasa di bulan Ramadhan dengan alasan lemahnya kondisi fisiknya—hal itu terjadi setelah ia baligh hingga sebelum ia menikah. Ia bertanya sekarang, apakah ia wajib mengqadha semua tahun yang tidak ia gunakan untuk berpuasa, mengingat ia yakin bahwa sebenarnya ia mampu untuk berpuasa Ramadhan saat itu? Dan apa hukum syariat terhadap apa yang dilakukan oleh ayahnya?

الإجابــة:

Jawaban :

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد: فما قام به الأب محرم ولا شك، فإن صوم رمضان فرض على كل مسلم ومسلمة عند البلوغ والاستطاعة. ومن كان مريضاً يرجى شفاؤه فإنه يفطر ثم يقضي. ومن كان مريضا مرضا لا يرجى شفاؤه فإنه يفطر ويطعم مسكيناً عن كل يوم أفطره، وتوهم ضعف البنية ليس عذراً مبيحاً للفطر. فالواجب عليه التوبة والاستغفار.

Segala puji bagi Allah, selawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya. Amma ba’du: Apa yang dilakukan oleh sang ayah adalah haram tanpa keraguan. Sebab, puasa Ramadhan adalah fardu bagi setiap Muslim dan Muslimah ketika sudah baligh dan mampu. Barangsiapa yang sakit dan diharapkan kesembuhannya, maka ia berbuka (tidak puasa) lalu mengqadha. Barangsiapa yang sakit dengan penyakit yang tidak diharapkan kesembuhannya, maka ia berbuka dan memberi makan orang miskin untuk setiap hari yang ia tinggalkan. Adapun sekadar anggapan lemahnya fisik bukanlah uzur yang membolehkan meninggalkan puasa. Maka wajib bagi sang ayah untuk bertaubat dan memohon ampun.

والواجب على قريبتك قضاء ما فاتها من أيام رمضان من بعد بلوغها، مع إخراج كفارة على تأخرها في قضاء ما فاتها، إذ القاعدة الشرعية أن من أخر قضاء رمضان حتى دخل رمضان آخر بلا عذر وجب عليه مع القضاء كفارة، وهي إطعام مسكين عن كل يوم. ويجزئ عن ذلك مد وهو ما يساوي 750غراماً من الأرز أو غيره عن كل يوم ويجزئ عن ذلك مما يعد طعاما يقتات به على حسب اختلاف العادات والأعراف، وعليه فيجزئ في كفارتها عن كل شهر 22ونصف كيلو من الأرز أو غيره مع القضاء.. ويجوز دفع هذه الكفارة إلى مسكين واحد أو مساكين. وليعلم الأبناء أنه لا يجوز طاعة الوالدين في معصية الله. والله أعلم.

Sedangkan bagi kerabat Anda, wajib baginya mengqadha hari-hari Ramadhan yang terlewat sejak ia baligh, disertai dengan mengeluarkan kaffarah atas keterlambatannya dalam mengqadha. Karena kaidah syariat menetapkan bahwa barangsiapa yang menunda qadha Ramadhan hingga masuk Ramadhan berikutnya tanpa uzur, maka ia wajib mengqadha disertai kaffarah, yaitu memberi makan seorang miskin untuk setiap harinya. Cukup baginya mengeluarkan satu mud, yaitu setara dengan 750 gram beras atau lainnya untuk setiap hari. Hal ini mencakup apa saja yang dianggap sebagai makanan pokok sesuai dengan perbedaan adat dan kebiasaan setempat. Oleh karena itu, kaffarah untuk setiap bulannya adalah 22,5 kg beras atau lainnya disertai dengan qadha. Diperbolehkan menyerahkan kaffarah ini kepada satu orang miskin saja atau kepada beberapa orang miskin. Hendaknya anak-anak mengetahui bahwa tidak diperbolehkan taat kepada orang tua dalam kemaksiatan kepada Allah. Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.