مؤتمر سان ريمو: توزيع الانتدابات
Timeline Palestina: Konferensi San Remo: Pembagian Mandat
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Timeline Palestina: Konferensi San Remo: Pembagian Mandat ini termasuk dalam Kategori Tarikh Islam
TIMELINE PALESTINA LENGKAP dapat anda akses di https://rezaervani.com/timeline/
| Tahun | 25 April 1920 |
|---|---|
| Pihak yang Terlibat | Prancis (Pemerintah), Inggris (Pemerintah), Italia (Pemerintah) |
| Lokasi | Italia, Liga Bangsa-Bangsa |
يشارك في مؤتمر سان ريمو ممثلو الحلفاء (بريطانيا العظمى ، وفرنسا ، وإيطاليا ، واليابان ). يتبنى المؤتمر قرارات تستند إلى اتفاقية سايكس – بيكو إلى حد كبير. فيمنح فرنسا “انتداباً” على سوريا (متضمناً ما سيكون فيما بعد سوريا ولبنان )، في حين يمنح بريطانيا “انتداباً” على بلاد ما بين النهرين وعلى فلسطين (ما سيصبح العراق وفلسطين و شرق الأردن ).
Wakil-wakil Sekutu (Inggris Raya, Prancis, Italia, dan Jepang) berpartisipasi dalam Konferensi San Remo. Konferensi ini mengadopsi keputusan-keputusan yang sebagian besar didasarkan pada Perjanjian Sykes-Picot. Prancis diberikan “mandat” atas Suriah (termasuk wilayah yang kelak menjadi Suriah dan Lebanon), sementara Inggris diberikan “mandat” atas Mesopotamia dan Palestina (yang kelak menjadi Irak, Palestina, dan Transyordania).
وفيما يتعلق بالمادة 22 من ميثاق عصبة الأمم (التي تنص في الفقرة 4 على أنه يمكن الاعتراف بالجماعات التي كانت تحت الحكم العثماني “كدول مستقلة على نحو مشروط” وأن رغباتها بشأن اختيار الدولة المنتدَبة يجب أن تشكل اعتباراً أساسياً”)، يميز المؤتمر بين سوريا والبلاد ما بين النهرين من جهة، وبين فلسطين من جهة أخرى. بشأن سوريا والبلاد ما بين النهرين، يذكر المؤتمر ما يتعلق بالاستقلال في المادة 22، ولكنه لا يشير إلى رغبات السكان. أما بشأن فلسطين، فالمؤتمر يذكر أيضاً المادة 22، ولكنه لا يشير لا إلى الرغبات ولا إلى الاستقلال، إنما يخصص بنداً يضع فيه “مسؤولية” تطبيق وعد بلفور في فلسطين على عاتق الدولة المنتدبة.
Terkait Pasal 22 Piagam Liga Bangsa-Bangsa (yang menyatakan dalam paragraf 4 bahwa kelompok-kelompok yang berada di bawah kekuasaan Utsmaniyah dapat diakui sebagai “negara merdeka secara bersyarat” dan bahwa keinginan mereka dalam memilih Negara Mandat harus menjadi pertimbangan utama), konferensi membedakan antara Suriah dan Mesopotamia di satu sisi, dengan Palestina di sisi lain. Mengenai Suriah dan Mesopotamia, konferensi menyebutkan hal-hal terkait kemerdekaan dalam Pasal 22, namun tidak merujuk pada keinginan penduduknya. Adapun mengenai Palestina, konferensi juga menyebutkan Pasal 22, tetapi tidak merujuk pada keinginan penduduk maupun kemerdekaan; melainkan menetapkan klausul yang membebankan “tanggung jawab” penerapan Deklarasi Balfour di Palestina kepada Negara Mandat.
Sumber : PalQuest
Leave a Reply