Puasa Musafir Mengikuti Negeri yang Ia Singgahi



صيام المسافر يتبع البلد الذي نزل به

Puasa Musafir Mengikuti Negeri yang Ia Singgahi

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Puasa Musafir Mengikuti Negeri yang Ia Singgahi ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Ibadah

السؤال:

Pertanyaan:

أنا طالب بالأردن، وقد صمت رمضان قبل الكويت بيوم، وأريد أن أقضي آخر ثلاثة أيام من رمضان بالكويت والعيد، وقد يكون رمضان بالكويت ثلاثين يوما فأكون قد صمت واحد وثلاثين يوماً، لأن الأردن سبقت الكويت بيوم، فهل أكمل رمضان مع الكويت أو أفطر في اليوم الواحد والثلاثين أفيدونا؟ جزاكم الله خيراً.

Saya adalah seorang mahasiswa di Yordania, dan saya telah memulai puasa Ramadan satu hari sebelum Kuwait. Saya ingin menghabiskan tiga hari terakhir Ramadan di Kuwait beserta hari Idul Fitri. Mungkin saja Ramadan di Kuwait digenapkan tiga puluh hari sehingga saya akan berpuasa selama tiga puluh satu hari, karena Yordania mendahului Kuwait satu hari. Apakah saya menyempurnakan Ramadan bersama Kuwait atau saya berbuka pada hari ketiga puluh satu? Mohon penjelasannya. Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan.

الإجابــة:

Jawaban :

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد: فحكمك حكم البلد الذي ستسافر إليه، فإن صاموا ثلاثين فصم معهم، وإن أفطروا فأفطر معهم، قال الإمام النووي في المجموع:

Segala puji bagi Allah, selawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya. Amma ba’du: Hukum bagimu adalah hukum negeri yang menjadi tujuan safarmu. Jika mereka berpuasa tiga puluh hari, maka berpuasalah bersama mereka, dan jika mereka berbuka (berhari raya), maka berbukalah bersama mereka. Imam An-Nawawi berkata dalam Al-Majmu’:

“فرع: لو شرع في الصوم ببلد ثم سافر إلى بلد بعيد لم يروا فيه الهلال حين رآه أهل البلد الأول، فاستكمل ثلاثين من حين صام، فإن قلنا لكل بلد حكم نفسه فوجهان، أصحهما يلزمه الصوم معهم، لأنه صار منهم.” انتهى.

“Cabang Masalah: Jika seseorang memulai puasa di suatu negeri kemudian bersafar ke negeri yang jauh yang penduduknya belum melihat hilal saat penduduk negeri pertama melihatnya, lalu ia menyempurnakan tiga puluh hari sejak ia mulai berpuasa; jika kita berpendapat bahwa setiap negeri memiliki ketentuannya sendiri, maka ada dua pendapat, yang paling shahih adalah ia wajib berpuasa bersama mereka (penduduk negeri tujuan), karena ia telah menjadi bagian dari mereka.” (Selesai).

وانظر الفتوى  الأخرى هنا :

Lihat juga fatwa lain disini :

Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.