Hukum bagi Orang yang Berpindah ke Negeri Lain: Dalam Puasa



حكم من انتقل إلى بلد آخر: صياما وإفطارا

Hukum bagi Orang yang Berpindah ke Negeri Lain: Dalam Puasa dan Berbuka

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Hukum bagi Orang yang Berpindah ke Negeri Lain: Dalam Puasa dan Berbuka ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Ibadah

السؤال:

Pertanyaan:

والد خطيبتي يعمل في سلطنة عمان وسينهي عمله هناك في الفترة الأخيرة (العشر الأواخر) من رمضان وسيعود إلى الأردن. وقد بدأوا بالصيام هناك بعد الأردن بيوم واحد، السؤال هو ماذا يجب عليه أن يفعل ؟ هل يكمل الصيام ويبدأ العيد معنا أم حسب أيام رمضان في سلطنة عمان، خصوصاً وأنه قد نصوم في الأردن 29 يوماً مما يعني أنه سيصوم 28 يوماً فقط. أفيدونا يرحمكم الله.

Ayah tunangan saya bekerja di Kesultanan Oman dan akan menyelesaikan pekerjaannya di sana pada periode terakhir (sepuluh hari terakhir) Ramadan dan akan kembali ke Yordania. Mereka mulai berpuasa di sana satu hari setelah Yordania. Pertanyaannya adalah apa yang harus ia lakukan? Apakah ia menyempurnakan puasa dan memulai Idul Fitri bersama kami ataukah menurut hitungan hari Ramadan di Kesultanan Oman? Terutama karena kami di Yordania mungkin berpuasa selama 29 hari, yang berarti ia hanya akan berpuasa selama 28 hari saja. Berikanlah penjelasan kepada kami, semoga Allah merahmati kalian.

الإجابــة:

Jawaban :

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد: فإذا وجد المسلم في بلد، وقد بدأ أهلها صوم رمضان، فالواجب عليه أن يصوم معهم، وحكمه في ذلك حكمهم، لقوله صلى الله عليه وسلم:

Segala puji bagi Allah, selawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya. Amma ba’du: Jika seorang Muslim berada di suatu negeri dan penduduknya mulai melaksanakan puasa Ramadan, maka wajib baginya untuk berpuasa bersama mereka, dan hukum baginya dalam hal tersebut adalah sama dengan hukum mereka, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“الصوم يوم تصومون، والإفطار يوم تفطرون، والأضحى يوم تضحون” رواه أبو داود بإسناد جيد.

“Puasa adalah hari di mana kalian (penduduk negeri tersebut) berpuasa, berbuka (Idul Fitri) adalah hari di mana kalian berbuka, dan Idul Adha adalah hari di mana kalian berkurban.” (Diriwayatkan oleh Abu Dawood dengan sanad yang baik).

أما لو انتقل إلى بلد آخر، فحكمه حكم البلد الذي انتقل إليه، فيصوم معهم، ويفطر معهم، ويشهد العيد معهم ولا يصوم يوم العيد بحال، فإن تبين أنه صام أقل من تسعة وعشرين يوماً لزمه أن يقضي ما نقص من صيام، لأن الشهر لا ينقص عن تسعة وعشرين يوماً فيقضي ما فاته. والله أعلم.

Adapun jika ia berpindah ke negeri lain, maka hukum baginya adalah mengikuti hukum negeri yang ia datangi tersebut. Ia berpuasa bersama mereka, berbuka bersama mereka, dan menghadiri Idul Fitri bersama mereka, serta tidak boleh berpuasa pada hari raya dalam kondisi apa pun. Kemudian jika ternyata ia berpuasa kurang dari dua puluh sembilan hari, maka ia wajib mengqadha kekurangan puasanya tersebut, karena bulan (qamariyah) tidak kurang dari dua puluh sembilan hari, sehingga ia harus mengganti apa yang terlewat. Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.