تشرشل وعبد الله يتوصلان إلى تفاهم مبدئي بشأن شرق الأردن
Timeline Palestina: Churchill dan Abdullah Mencapai Kesepahaman Awal Terkait Transyordania
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Timeline Palestina: Churchill dan Abdullah Mencapai Kesepahaman Awal Terkait Transyordania ini termasuk dalam Kategori Tarikh Islam
TIMELINE PALESTINA LENGKAP dapat anda akses di https://rezaervani.com/timeline/
| Tahun | 2 Maret 1921 – 30 Maret 1921 |
|---|---|
| Pihak yang Terlibat | Inggris (Pemerintah), Transyordania (Pemerintah) |
| Lokasi | Yordania |
يتوجه الأمير عبد الله إلى عمّان في 2 آذار/ مارس آتياً من معان . يبادر ونستون تشرتشل ، بعد تعيينه وزير الدولة للمستعمرات، إلى عقد مؤتمر خاص في القاهرة في الفترة من 12 إلى 22 آذار/ مارس يحضره خبراء بريطانيون في شؤون الشرق الأوسط . ويسفر المؤتمر، من بين أمور أُخرى، عن نتيجتين: الموافقة على أن يصبح فيصل (الذي كان قد غادر سوريا في حزيران/ يوليو 1920 مع الاحتلال الفرنسي لـدمشق ) ملكاً على العراق ، والنظر في قبول عبد الله أميراً على شرق الأردن وإنشاء إدارة مركزية فيه.
Pangeran Abdullah menuju Amman pada 2 Maret dari Ma’an. Winston Churchill, setelah diangkat sebagai Menteri Negara Urusan Koloni, berinisiatif mengadakan konferensi khusus di Kairo pada 12-22 Maret yang dihadiri oleh para pakar Timur Tengah Inggris. Konferensi tersebut menghasilkan dua keputusan penting: persetujuan agar Faisal (yang meninggalkan Suriah pada Juli 1920 setelah pendudukan Prancis atas Damaskus) menjadi Raja Irak, serta mempertimbangkan penerimaan Abdullah sebagai Emir Transyordania dan pembentukan administrasi pusat di sana.
ويتوصل تشرتشل وعبد الله، على ما يبدو، إلى تفاهم بشأن المسألة الأخيرة في الاجتماعات التي يعقدانها في القدس في 28-30 آذار. وتشمل الاجتماعات مسائل أُخرى أيضاً: تأكيدات عبد الله المتعلقة بمنع تحريض اللاجئين السوريين ضد الفرنسيين في سوريا والامتناع عن تقويض السيطرة البريطانية على فلسطين، وتأكيدات تشرتشل بأن البنود المؤيدة للصهيونية في المشروع قيد المناقشة لصك الانتداب على فلسطين لن تطبق شرقي نهر الأردن . وأخيراً، يشترط تشرتشل دعمه للأمير عبد الله بنجاح هذا الأخير في السيطرة على الأوضاع في شرق الأردن خلال ستة أشهر.
Churchill dan Abdullah mencapai kesepahaman mengenai poin terakhir dalam pertemuan di Yerusalem pada 28-30 Maret. Pertemuan tersebut juga membahas hal lain: jaminan dari Abdullah untuk mencegah provokasi pengungsi Suriah terhadap Prancis di Suriah serta menahan diri dari merongrong kendali Inggris di Palestina; sementara Churchill menjamin bahwa klausul-klausul pro-Zionis dalam draf Mandat Palestina yang sedang dibahas tidak akan diterapkan di timur Sungai Yordania. Akhirnya, Churchill mensyaratkan dukungannya kepada Pangeran Abdullah atas keberhasilan sang pangeran dalam mengendalikan situasi di Transyordania selama enam bulan ke depan.
Sumber : PalQuest
Leave a Reply