Hijrah ke Negeri Kafir, Apakah Diperbolehkan ?



هل ترخص الهجرة لديار الكفر لتحسين المعيشة

Apakah Diperbolehkan Hijrah ke Negeri Kafir untuk Memperbaiki Taraf Hidup?

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Apakah Diperbolehkan Hijrah ke Negeri Kafir untuk Memperbaiki Taraf Hidup? ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Sosial Kemasyarakatan

السؤال:

Pertanyaan:

بسم الله والصلاة والسلام على رسول الله أنا شاب مسلم من الجزائر مداوم على استقبال فتاوى الشبكة الإسلامية يا شيخ لقد استعسرت لدينا الأمور في بلدنا نظراً لما نعيشه من فتن نتيجة البعد عن دين الله سبحانه وتعالى 

Bismillah, selawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah. Saya adalah seorang pemuda Muslim dari Aljazair yang rutin menyimak fatwa-fatwa di IslamWeb. Wahai Syaikh, urusan-urusan kami di negara kami telah menjadi sulit dikarenakan fitnah (kekacauan) yang kami alami akibat jauhnya masyarakat dari agama Allah Subhanahu wa Ta’ala.

فالسكن غير موجود والمعيشة صعبة نتيجة الظروف الاجتماعية السيئة نريد الزواج لنتحصن ونريد اتساعا في الرزق يساعدنا على ذلك ولكن هذا مفقود عندنا 

Tempat tinggal tidak tersedia dan penghidupan sangat sulit akibat kondisi sosial yang buruk. Kami ingin menikah untuk menjaga diri dan kami menginginkan kelapangan rezeki yang dapat membantu kami mewujudkan hal tersebut, namun hal itu tidak kami temukan di sini.

السؤال: هل يجوز لي الهجرة إلى أوروبا للعمل هناك لفترة حتى أتمكن من تكوين نفسي ثم أعود إلى بلدي أو أستقر في بلد مسلم أعيش فيه كريما أم أن الضرورة التي أتكلم عنها لا تصل إلى درجة التفكير في الهجرة إلى بلاد الكفر؟ وجزاكم الله عنا كل خير.

Pertanyaannya: Apakah boleh bagi saya berhijrah ke Eropa untuk bekerja di sana dalam jangka waktu tertentu sampai saya mampu membangun masa depan saya, kemudian saya kembali ke negara saya atau menetap di negara Muslim lainnya untuk hidup dengan mulia, ataukah darurat yang saya bicarakan ini tidak sampai pada derajat yang membolehkan berpikir untuk berhijrah ke negeri kafir? Semoga Allah membalas Anda dengan segala kebaikan.

الإجابــة:

Jawaban :

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد: فإن السفر إلى بلاد الكفر فيه خطرٌ عظيمٌ على الدين والأخلاق، لما في تلك البلاد من ما يدعونه من الحريّة، وعدم إنكار المنكر، وقد ثبت في الحديث الصحيح عن جرير بن عبد الله رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال:

Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya. Amma ba’du: Sesungguhnya bepergian (safar) ke negeri kafir mengandung bahaya yang sangat besar terhadap agama dan akhlak, dikarenakan adanya apa yang mereka sebut sebagai kebebasan serta ketiadaan pengingkaran terhadap kemungkaran di negeri-negeri tersebut. Telah tetap dalam hadis sahih dari Jarir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“أنا بريء من كل مسلم يقيم بين ظهراني المشركين، لا تَرَاءَى ناراهما” رواه أبو داود والترمذي.

“Aku berlepas diri dari setiap Muslim yang menetap di tengah-tengah kaum musyrik, di mana api keduanya tidak saling terlihat.” (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

أما إذا كان المهاجر عنده علمٌ وبصيرةٌ، وكان ذهابُه إلى هناك للدعوة إلى الله، وبيان محاسن الإسلام، فيجوز لهذا وأمثاله الهجرة إلى هناك بهذا المقصد الشرعي بشرط أن يأمن على نفسه الوقوع فيما حرم الله، 

Adapun jika orang yang berhijrah tersebut memiliki ilmu dan mata hati (bashirah), serta kepergiannya ke sana adalah untuk berdakwah di jalan Allah dan menjelaskan keindahan Islam, maka diperbolehkan bagi orang tersebut dan yang semisalnya untuk berhijrah ke sana dengan tujuan syar’i ini, dengan syarat ia merasa aman bagi dirinya dari terjerumus ke dalam apa yang diharamkan Allah.

وهذا أمر عسير جداً بالنسبة للشاب غير المتزوج، فأبواب الفتنة هنالك مفتحة على مصاريعها، ومن خسر دينه فقد خسر كل شيء، والصبر على بعض منغصات الحياة أهون من الصبر على نار جهنم، 

Hal ini merupakan perkara yang sangat sulit bagi seorang pemuda yang belum menikah, karena pintu-pintu fitnah di sana terbuka lebar. Barangsiapa yang kehilangan agamanya, maka ia telah kehilangan segalanya. Bersabar atas sebagian gangguan dalam kehidupan (dunia) itu lebih ringan daripada bersabar atas api neraka Jahanam.

ومصاعب الدنيا وملذاتها كل ذلك إلى زوال، والعاقل يركز تفكيره على وضع يجعل إذا خرج من هذه الحياة خرج وربه عنه راض، ومن يتق الله يجعل له من أمره يسرا. والله أعلم.

Segala kesulitan dunia maupun kelezatannya akan segera hilang, dan orang yang berakal akan memusatkan pemikirannya pada kondisi yang menjadikannya saat keluar dari kehidupan ini dalam keadaan Tuhannya rida kepadanya. Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.