Dasar dalam Berpuasa atau Berbuka Adalah Rukyah Hilal



الأصل في الصوم أو الإفطار رؤية الهلال وليس تقليد بلد بعينه

Dasar dalam Berpuasa atau Berbuka Adalah Rukyah Hilal, Bukan Mengikuti Negara Tertentu

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Dasar dalam Berpuasa atau Berbuka Adalah Rukyah Hilal, Bukan Mengikuti Negara Tertentu ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Ibadah

السؤال:

Pertanyaan:

نحن مسلمون مقيمون في الصين، نعاني من عدم تمكننا معرفة بدء رمضان وانتهائه بشكل صحيح في كل عام، لكون أن ساعتنا تسبق البلدان العربية بحوالي خمس ساعات، فتقرر الجمعيات الإسلامية تأخير الصيام والإفطار يوماً ربما كي لا نصوم ونفطر قبل إخواننا في الحرم المكي الشريف، فكل عام نفطر أول يوم من رمضان كانت السعودية مثلاً قد صامته، ونصوم أول يوم من عيد الفطر عندهم، وهذا ما يؤلم قلوبنا. فما الحل؟ أفتونا، وجزاكم الله عنا كل خير.

Kami adalah kaum Muslimin yang tinggal di Tiongkok (China). Kami mengalami kesulitan untuk mengetahui awal dan akhir Ramadhan secara benar setiap tahunnya, karena waktu kami mendahului negara-negara Arab sekitar lima jam. Oleh karena itu, asosiasi-asosiasi Islam memutuskan untuk menunda puasa dan berbuka sehari, barangkali agar kami tidak berpuasa dan berbuka sebelum saudara-saudara kami di Masjidil Haram yang mulia. Akibatnya, setiap tahun kami tidak berpuasa pada hari pertama Ramadhan yang mana Arab Saudi (misalnya) sudah mulai berpuasa, dan kami justru berpuasa pada hari pertama Idul Fitri bagi mereka. Hal inilah yang menyedihkan hati kami. Apa solusinya? Berikanlah fatwa kepada kami, dan semoga Allah membalas kalian dengan segala kebaikan.

الإجابــة:

Jawaban :

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد: فالواجب عليكم في هذه المسألة أن تتعاونوا فيما بينكم، وتكوّنوا لجنة شرعية تضم مجموعة من العلماء وأصحاب التجربة والخبرة لتحري رؤية الهلال في بلادكم، حتى لا تقعوا في الحيرة والاضطراب كل عام بخصوص الفطر والصوم، ولا بأس بالاستعانة بمسلمين آخرين من إحدى البلدان المجاورة لكم، وفي حالة عدم تمكنكم من معرفة بدء رمضان أو انتهائه يمكنكم الصوم أو الفطر حسب رؤية البلد المجاور،

Segala puji bagi Allah, selawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya. Amma ba’du: Kewajiban kalian dalam masalah ini adalah saling bekerja sama dan membentuk komite syariah yang terdiri dari sekelompok ulama serta orang-orang yang memiliki pengalaman dan keahlian untuk memantau rukyah hilal di negeri kalian, agar kalian tidak terjerumus ke dalam kebingungan dan kegoncangan setiap tahunnya terkait puasa dan berbuka. Tidak mengapa untuk meminta bantuan kaum Muslimin lainnya dari salah satu negara tetangga kalian. Dalam kondisi tidak memungkinkan bagi kalian untuk mengetahui awal atau akhir Ramadhan, maka kalian dapat berpuasa atau berbuka berdasarkan rukyah negara tetangga.

وما دمتم في (الصين) وتسبقون (مكة) بحوالي خمس ساعات، فلا يمكن أن تصوموا وتفطروا حسب أهل مكة، بل الواجب عليكم تحري الهلال، فإذا تمكنتم من رؤيته وجب عليكم الصوم أو الفطر بمقتضى الرؤية، ولو لم توافقوا أهل مكة، لأن النبي -صلى الله عليه وسلم- خاطب عموم المسلمين بقوله:

Dan selama kalian berada di (Tiongkok) dan mendahului (Mekkah) sekitar lima jam, maka tidak mungkin bagi kalian untuk berpuasa dan berbuka mengikuti penduduk Mekkah. Melainkan kewajiban kalian adalah memantau hilal; jika kalian berhasil melihatnya, maka wajib bagi kalian untuk berpuasa atau berbuka sesuai dengan konsekuensi rukyah tersebut, meskipun kalian tidak berkesesuaian dengan penduduk Mekkah. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah ber-khitab kepada seluruh kaum Muslimin dengan sabda beliau:

“صوموا لرؤيته، وأفطروا لرؤيته، فإن غمّ عليكم فأكملوا شعبان ثلاثين.” متفق عليه.

“Berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal) dan berbukalah kalian karena melihatnya. Jika mendung menghalangi kalian, maka sempurnakanlah bulan Sya’ban menjadi tiga puluh hari.” (Muttafaq ‘alaih).

وعند النسائي بسند صحيح قوله صلى الله عليه وسلم:

Dan dalam riwayat An-Nasa’i dengan sanad yang sahih, sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“الشهر يكون تسعة وعشرين، ويكون ثلاثين، فإذا رأيتموه فصوموا، وإذا رأيتموه فأفطروا، فإن غُمّ عليكم فأكملوا العدة.”

“Satu bulan itu bisa dua puluh sembilan hari dan bisa tiga puluh hari. Maka jika kalian melihatnya (hilal), berpuasalah, dan jika kalian melihatnya, berbukalah. Jika mendung menghalangi kalian, maka sempurnakanlah bilangannya.”

وعند مسلم: “فإن غُمّ عليكم فصوموا ثلاثين يومًا.”

Dan dalam riwayat Muslim: “Jika mendung menghalangi kalian, maka berpuasalah selama tiga puluh hari.”

ولا يخفى أنه قد تقرر العمل باختلاف المطالع منذ صدر الإسلام إلى يومنا هذا، وقد أفتى بالعمل بذلك المجمع الفقهي التابع لمنظمة المؤتمر الإسلامي، وغيره. والله أعلم.

Dan tidak samar lagi bahwa telah tetap pengamalan berdasarkan perbedaan tempat terbit hilal (ikhtilaf al-mathali’) sejak awal Islam hingga hari ini. Lembaga Fikih yang bernaung di bawah Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) serta lembaga lainnya juga telah mengeluarkan fatwa untuk mengamalkan hal tersebut. Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.