Dibelenggunya Setan Tidak Berarti Tidak Terjadi Kemaksiatan



لا يلزم من تصفيد الشياطين عدم وقوع المعاصي

Dibelenggunya Setan Tidak Berarti Tidak Terjadi Kemaksiatan

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Dibelenggunya Setan Tidak Berarti Tidak Terjadinya Kemaksiatan ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Ibadah

السؤال:

Pertanyaan:

في رمضان تحبس الشياطين، ولكن أحياناً توسوس النفس للإنسان، وقد يرتكب إثماً، أو يؤخر صلاة، أو يسهو في الصلاة، أو ما شابه. فكيف ذلك والشيطان مصفد مقيد؟ أفيدوني، وجزاكم الله كل خير.

Di bulan Ramadhan, setan-setan dipenjara, namun terkadang jiwa (nafs) tetap membisikkan waswas kepada manusia, sehingga ia mungkin melakukan dosa, menunda salat, lalai dalam salat, atau yang serupa dengan itu. Bagaimana hal itu bisa terjadi padahal setan sedang terbelenggu dan terikat? Berikanlah penjelasan kepada saya, dan semoga Allah membalas Anda dengan segala kebaikan.

الإجابــة:

Jawaban :

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد: 

Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya. Amma ba’du:

فقد روى البخاري من حديث أبي هريرة -رضي الله عنه- قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:

Al-Bukhari telah meriwayatkan dari hadis Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“إذا دخل رمضان فتحت أبواب السماء وغلقت أبواب جهنم وسلسلت الشياطين.”

“Apabila Ramadhan tiba, pintu-pintu langit dibuka, pintu-pintu Jahanam ditutup, dan setan-setan dirantai.”

قال الحافظ ابن حجر في فتح الباري قوله: وسلسلت الشياطين: قال الحليمي: يحتمل أن يكون المراد من الشياطين مسترقو السمع منهم، وأن تسلسلهم يقع في ليالي رمضان دون أيامه، لأنهم كانوا منعوا في زمن نزول القرآن من استراق السمع فزيدوا التسلسل مبالغة في الحفظ، 

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata dalam Fathul Bari mengenai sabda beliau “dan setan-setan dirantai”: Al-Halimi berkata: Ada kemungkinan yang dimaksud dengan setan-setan di sini adalah para pencuri berita langit dari kalangan mereka, dan bahwa perantaian mereka terjadi pada malam-malam Ramadhan bukan pada siang harinya, karena mereka telah dilarang mencuri pendengaran pada masa turunnya Al-Qur’an, lalu ditambah dengan perantaian sebagai bentuk perlindungan yang lebih kuat.

ويحتمل أن يكون المراد أن الشياطين لا يخلصون من افتتان المسلمين إلى ما يخلصون إليه في غيره لاشتغالهم بالصيام الذي فيه قمع الشهوات وبقراءة القرآن والذكر،

Ada kemungkinan pula maknanya adalah bahwa setan-setan tidak dapat mencapai (tujuan) untuk menggoda kaum Muslimin sebagaimana yang mereka capai di waktu lainnya, dikarenakan kaum Muslimin sedang sibuk dengan puasa yang di dalamnya terdapat pengekangan syahwat, serta sibuk dengan membaca Al-Qur’an dan zikir.

وقال غيره: المراد بالشياطين بعضهم، وهم المردة منهم،

Ulama lain berkata: Yang dimaksud dengan setan-setan adalah sebagian dari mereka, yaitu para pemimpin setan yang paling durhaka (maradah).

وترجم لذلك ابن خزيمة في صحيحه، وأورد ما أخرجه هو والترمذي والنسائي وابن ماجه والحاكم من طريق الأعمش عن أبي صالح عن أبي هريرة بلفظ “إذا كان أول ليلة من شهر رمضان صفدت الشياطين ومردة الجن”، وأخرجه النسائي من طريق أبي قلابة عن أبي هريرة بلفظ “وتغل فيه مردة الشياطين”،

Ibnu Khuzaimah membuat judul bab untuk hal tersebut dalam Shahihnya, dan membawakan riwayat yang dikeluarkan oleh beliau sendiri, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah, dan Al-Hakim melalui jalan Al-A’masy, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah dengan lafaz: “Apabila malam pertama bulan Ramadhan tiba, setan-setan dan jin-jin yang sangat durhaka dibelenggu.” An-Nasa’i juga mengeluarkannya melalui jalan Abu Qilabah dari Abu Hurairah dengan lafaz: “Dan setan-setan yang sangat durhaka dibelenggu di dalamnya.”

زاد أبو صالح في روايته: “وغلقت أبواب النار فلم يفتح منها باب، وفتحت أبواب الجنة فلم يغلق منها باب، ونادى منادٍ: يا باغي الخير أقبل ويا باغي الشر أقصر، ولله عتقاء من النار، وذلك كل ليلة” لفظ ابن خزيمة

Abu Shalih menambahkan dalam riwayatnya: “Dan pintu-pintu neraka ditutup sehingga tidak ada satu pun pintu yang dibuka, dan pintu-pintu surga dibuka sehingga tidak ada satu pun pintu yang ditutup. Lalu seorang penyeru memanggil: ‘Wahai pencari kebaikan, mendekatlah! Wahai pencari keburukan, berhentilah!’ Dan Allah memiliki orang-orang yang dibebaskan dari api neraka, dan hal itu terjadi setiap malam.” (Lafaz Ibnu Khuzaimah).

وقوله “صفدت” بالمهملة المضمومة بعدها فاء ثقيلة مكسورة، أي شدت بالأصفاد، وهي الأغلال، وهو بمعنى سلسلت، ونحوه للبيهقي من حديث ابن مسعود وقال فيه “فتحت أبواب الجنة فلم يغلق منها باب الشهر كله”،

Kata “shuffidat” bermakna diikat dengan belenggu, yaitu rantai, yang semakna dengan dirantai (sulsilat). Hal yang serupa juga terdapat dalam riwayat Al-Baihaqi dari hadis Ibnu Mas’ud yang menyebutkan: “Pintu-pintu surga dibuka sehingga tidak ada satu pun pintu yang ditutup sepanjang bulan tersebut.”

قال عياض: يحتمل أنه على ظاهره وحقيقته، وأن ذلك كله علامة للملائكة لدخول الشهر وتعظيم حرمته، ولمنع الشياطين من أذى المؤمنين، ويحتمل أن يكون إشارة إلى كثرة الثواب والعفو، وأن الشياطين يقل إغواؤهم فيصيرون كالمصفدين،

Al-Qadhi ‘Iyadh berkata: Ada kemungkinan hal itu dipahami sesuai zahirnya dan hakikatnya, dan bahwa itu semua merupakan tanda bagi malaikat akan masuknya bulan tersebut serta pengagungan terhadap kehormatannya, juga untuk mencegah setan-setan menyakiti kaum Mukminin. Ada kemungkinan pula hal itu merupakan isyarat akan banyaknya pahala dan ampunan, serta setan-setan menjadi berkurang godaannya sehingga mereka menjadi seolah-olah terbelenggu.

قال ويؤيد هذا الاحتمال الثاني قوله في رواية يونس عن ابن شهاب عند مسلم: “فتحت أبواب الرحمة، قال: ويحتمل أن يكون فتح أبواب الجنة عبارة عما يفتحه الله لعباده من الطاعات، وذلك أسباب لدخول الجنة وغلق أبواب النار عبارة عن صرف الهمم عن المعاصي الآيلة بأصحابها إلى النار، وتصفيد الشياطين عبارة عن تعجيزهم عن الإغواء وتزيين الشهوات،

Beliau berkata: Kemungkinan kedua ini didukung oleh lafaz dalam riwayat Yunus dari Ibnu Syihab di Muslim: “Pintu-pintu rahmat dibuka.” Beliau berkata: Dan dimungkinkan juga bahwa pembukaan pintu-pintu surga merupakan ungkapan bagi apa yang Allah bukakan bagi hamba-hamba-Nya dari ketaatan-ketaatan, yang mana hal itu merupakan sebab-sebab masuk surga; sedangkan penutupan pintu-pintu neraka merupakan ungkapan bagi dipalingkannya keinginan dari kemaksiatan yang dapat menjerumuskan pelakunya ke neraka; dan dibelenggunya setan-setan merupakan ungkapan atas ketidakberdayaan mereka untuk menyesatkan serta menghiasi syahwat.

قال الزين بن المنير: والأول أوجه ولا ضرورة تدعو إلى صرف اللفظ عن ظاهره. اهـ.

Az-Zain bin Al-Munayyir berkata: “Pendapat pertama lebih kuat, dan tidak ada darurat yang menuntut untuk memalingkan lafaz dari makna zahirnya.” (Selesai).

وقال القرطبي بعد أن رجح حمله على ظاهره: فإن قيل: كيف نرى الشرور والمعاصي واقعة في رمضان كثيرا، فلو صفدت الشياطين لم يقع ذلك، 

Al-Qurthubi berkata setelah menguatkan pendapat yang memahaminya sesuai zahirnya: “Jika ditanyakan: ‘Bagaimana kita melihat keburukan dan kemaksiatan banyak terjadi di bulan Ramadhan, padahal seandainya setan-setan dibelenggu tentu hal itu tidak akan terjadi?’

فالجواب: أنها إنما تقل عن الصائمين الصوم الذي حوفظ على شروطه وروعيت آدابه، أو المصفد بعض الشياطين وهم المردة لا كلهم، كما تقدم في بعض الروايات، أو المقصود تقليل الشرور فيه، وهذا أمر محسوس، فإن وقوع ذلك فيه أقل من غيره، 

Maka jawabannya: Bahwa hal itu hanyalah berkurang dari orang-orang yang berpuasa dengan puasa yang dipelihara syarat-syaratnya dan dijaga adab-adabnya; atau yang dibelenggu hanyalah sebagian setan yaitu yang sangat durhaka saja bukan semuanya, sebagaimana disebutkan dalam sebagian riwayat; atau maksudnya adalah pengurangan keburukan di dalamnya, dan ini merupakan perkara yang dapat dirasakan, karena terjadinya hal tersebut di dalamnya lebih sedikit dibandingkan waktu lainnya.

إذ لا يلزم من تصفيد جميعهم أن لا يقع شر ولا معصية، لأن لذلك أسبابا غير الشياطين كالنفوس الخبيثة والعادات القبيحة والشياطين الإنسية. اهـ.

Sebab, dibelenggunya seluruh setan tidaklah mengharuskan tidak terjadinya keburukan maupun kemaksiatan sama sekali, karena hal itu memiliki sebab-sebab lain selain setan, seperti jiwa yang buruk, kebiasaan yang jelek, dan setan-setan dari kalangan manusia.” (Selesai).

والله أعلم.

Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.