Tujuh Orang yang Dinaungi Allah dalam Naungan-Nya (1)



السبعة الذين يظلهم الله في ظله

Tujuh Orang yang Dinaungi Allah dalam Naungan-Nya (Bagian 1)

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Tujuh Orang yang Dinaungi Allah dalam Naungan-Nya masuk dalam Kategori Hadits

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله صلى الله عليه وسلم وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله وبعد:

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم dan aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, amma ba’du:

فعن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال النبي صلى الله عليه وسلم:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ تَعَالَى فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ إِمَامٌ عَدْلٌ، وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ اللَّهِ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ، وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ، وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ: إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

Tujuh orang yang dinaungi Allah Ta’ala dalam naungan-Nya pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah, seorang laki-laki yang hatinya tergantung di masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah, mereka berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya, seorang laki-laki yang diajak oleh seorang wanita yang memiliki kedudukan dan kecantikan lalu ia berkata: Sesungguhnya aku takut kepada Allah, seorang laki-laki yang bersedekah dengan sedekah lalu menyembunyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan tangan kanannya, dan seorang laki-laki yang mengingat Allah dalam kesendirian lalu kedua matanya mengalirkan air mata 1

يجمع الله الخلائق يوم القيامة، الأولين منهم، والآخرين

Allah mengumpulkan semua makhluk pada hari kiamat, orang-orang terdahulu dan orang-orang kemudian

﴿ لِيَجْزِيَ الَّذِينَ أَسَاءُوا بِمَا عَمِلُوا وَيَجْزِيَ الَّذِينَ أَحْسَنُوا بِالْحُسْنَى ﴾ [النجم: 31]

“Agar Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan balasan yang lebih baik (surga)” [An-Najm: 31]

في يوم طويل قدره، عظيم هوله، شديد كربه، حذر الله منه عباده وأمرهم بالاستعداد له، قال تعالى :

Pada hari yang panjang kadarnya, besar kengerian-nya, keras kesusahan-nya, Allah memperingatkan hamba-hamba-Nya darinya dan memerintahkan mereka untuk bersiap-siap menghadapinya, Allah Ta’ala berfirman:

﴿ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ * يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَى وَمَا هُم بِسُكَارَى وَلَكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ ﴾ [الحج: 1، 2].

“Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sungguh, guncangan (hari) kiamat itu adalah suatu (peristiwa) yang sangat besar. (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihatnya, setiap wanita yang menyusui anaknya akan lalai terhadap anak yang disusuinya, dan setiap wanita yang hamil akan melahirkan kandungannya, dan engkau akan melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, tetapi azab Allah itu sangat keras” [Al-Hajj: 1-2].

في ذلك اليوم العظيم تدنو الشمس من الخلق، حتى تكون منهم قدر ميل، فيكون الناس على قدر أعمالهم في العرق، فمنهم من يكون إلى كعبيه، ومنهم من يكون إلى ركبتيه، ومنهم من يكون إلى حِقْوَيْه، ومنهم من يلجمه العرق إلجامًا

Pada hari yang agung itu matahari mendekat kepada makhluk, hingga jaraknya dari mereka seukuran satu mil, maka manusia sesuai kadar amal mereka dalam keringat, ada yang sampai mata kakinya, ada yang sampai lututnya, ada yang sampai pinggangnya, dan ada yang keringatnya meliputi dirinya seperti kekang 2

عن أبي هريرة رضي الله عنه أنَّ النبي صلى الله عليه وسلم قال: 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda :

يَعْرَقُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يَذْهَبَ عَرَقُهُمْ فِي الْأَرْضِ سَبْعِينَ ذِرَاعًا وَيُلْجِمُهُمْ حَتَّى يَبْلُغَ آذَانَهُمْ

Manusia berkeringat pada hari kiamat hingga keringat mereka masuk ke dalam bumi sedalam tujuh puluh hasta dan meliputi mereka hingga mencapai telinga mereka 3

في ذلك الموقف العظيم يظل الله في ظله هؤلاء السبعة، فلنتأمل أعمالهم التي أوجبت لهم هذا الجزاء العظيم.

Pada tempat berdiri yang agung itu Allah menaungi dalam naungan-Nya tujuh orang ini, maka marilah kita renungkan amal-amal mereka yang mewajibkan bagi mereka balasan yang agung ini.

فالأول: الإمام العادل، الذي يحكم بين الناس بالحق ولا يتبع الهوى، كما قال تعالى :

Yang pertama: Pemimpin yang adil, yang memutuskan perkara di antara manusia dengan kebenaran dan tidak mengikuti hawa nafsu, sebagaimana firman Allah Ta’ala:

﴿ يَا دَاوُودُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ فَاحْكُم بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَى فَيُضِلَّكَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا نَسُوا يَوْمَ الْحِسَابِ ﴾ [ص: 26].

“Wahai Daud! Sesungguhnya Kami menjadikan engkau khalifah (penguasa) di bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena akan menyesatkan engkau dari jalan Allah. Sungguh, orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan” [Shad: 26].

ممتثلاً أمر ربه له سبحانه إذ يقول :

Melaksanakan perintah Tuhannya yang Maha Suci ketika berfirman:

﴿ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُم بَيْنَ النَّاسِ أَن تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا ﴾ [النساء: 58].

“Sesungguhnya Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat” [An-Nisa: 58].

وعن أبي هريرة رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال :

Dan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:

إِنَّ الْمُقْسِطِينَ عِنْدَ اللَّهِ عَلَى مَنَابِرَ مِنْ نُورٍ عَنْ يَمِينِ الرَّحْمَنِ عَزَّ وَجَلَّ وَكِلْتَا يَدَيْهِ يَمِينٌ الَّذِينَ يَعْدِلُونَ فِي حُكْمِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ وَمَا وَلُوا

Sesungguhnya orang-orang yang adil di sisi Allah berada di atas mimbar-mimbar dari cahaya di sebelah kanan Ar-Rahman ‘Azza wa Jalla dan kedua tangan-Nya adalah kanan, mereka yang berlaku adil dalam keputusan mereka, terhadap keluarga mereka, dan terhadap apa yang mereka pimpin 4

فهذا ثواب مَن عدل في حكمه وأعطى الحق أهله، فانظر إلى جزاء من جار في حكمه وظلم ولم يعدل.

Inilah pahala bagi orang yang berlaku adil dalam keputusannya dan memberikan hak kepada yang berhak, maka perhatikanlah balasan bagi orang yang berbuat zalim dalam keputusannya dan berlaku tidak adil.

قال تعالى:

Allah Ta’ala berfirman :

﴿ وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الْأَبْصَارُ ﴾ [إبراهيم: 42].

“Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira bahwa Allah lengah terhadap apa yang diperbuat oleh orang-orang zalim. Sesungguhnya Allah menangguhkan (azab) mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak” [Ibrahim: 42].

وعن أبي أمامة رضي الله عنه قال: قال صلى الله عليه وسلم: 

Dan dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :

مَا مِنْ رَجُلٍ يَلِي أَمْرَ عَشَرَةٍ فَمَا فَوْقَ ذَلِكَ إِلَّا أَتَى اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ مَغْلُولاً يَوْمَ الْقِيَامَةِ، يَدُهُ إِلَى عُنُقِهِ فَكَّهُ بِرُّهُ أَوْ أَوْبَقَهُ إِثْمُهُ أَوَّلُهَا مَلَامَةٌ وَأَوْسَطُهَا نَدَامَةٌ وَآخِرُهَا خِزْيٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Tidaklah seorang laki-laki yang memimpin urusan sepuluh orang atau lebih kecuali ia datang kepada Allah ‘Azza wa Jalla dalam keadaan terbelenggu pada hari kiamat, tangannya ke lehernya, kebaikannya melepaskannya atau dosanya membinasakannya, awalnya celaan, pertengahannya penyesalan, dan akhirnya kehinaan pada hari kiamat 5

Bersambung ke Bagian Berikutnya in sya Allah

Sumber : Alukah

Catatan Kaki

  1. Shahih Al-Bukhari (1/440) nomor (1423), dan Shahih Muslim (2/715) nomor (1031).
  2. Makna hadits yang dikeluarkan oleh Muslim dalam Shahihnya (4/2196) nomor (2864).
  3. Shahih Al-Bukhari (4/197) nomor (6532), dan Shahih Muslim (4/2196) nomor (2863).
  4. Shahih Muslim (3/1458) nomor (1827).
  5. Musnad Al-Imam Ahmad (5/267), dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir nomor (5718).


Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.