السبعة الذين يظلهم الله في ظله
Tujuh Orang yang Dinaungi Allah dalam Naungan-Nya (Bagian 4)
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Tujuh Orang yang Dinaungi Allah dalam Naungan-Nya masuk dalam Kategori Hadits
قال تعالى في هذا وأمثاله: ﴿ وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى * فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى ﴾ [النازعات: 40، 41].
Allah Ta’ala berfirman tentang ini dan yang serupa: “Dan adapun orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya, maka sungguh, surgalah tempat tinggal(nya)” [An-Nazi’at: 40-41].
وعن ابن عمر رضي الله عنهما قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:
Dan dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata: Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :
بَيْنَمَا ثَلَاثَةُ نَفَرٍ يَتَمَشَّوْنَ أَخَذَهُمْ الْمَطَرُ فَأَوَوْا إِلَى غَارٍ فِي جَبَلٍ فَانْحَطَّتْ عَلَى فَمِ غَارِهِمْ صَخْرَةٌ مِنْ الْجَبَلِ فَانْطَبَقَتْ عَلَيْهِمْ فَقَالَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ: انْظُرُوا أَعْمَالاً عَمِلْتُمُوهَا صَالِحَةً لِلَّهِ فَادْعُوا اللَّهَ تَعَالَى بِهَا لَعَلَّ اللَّهَ يَفْرُجُهَا عَنْكُمْ، فَقَالَ أَحَدُهُمْ: اللَّهُمَّ إِنَّهُ كَانَتْ لِيَ ابْنَةُ عَمٍّ أَحْبَبْتُهَا كَأَشَدِّ مَا يُحِبُّ الرِّجَالُ النِّسَاءَ، وَطَلَبْتُ إِلَيْهَا نَفْسَهَا فَأَبَتْ حَتَّى آتِيَهَا بِمِائَةِ دِينَارٍ، فَتَعِبْتُ حَتَّى جَمَعْتُ مِائَةَ دِينَارٍ فَجِئْتُهَا بِهَا، فَلَمَّا وَقَعْتُ بَيْنَ رِجْلَيْهَا قَالَتْ: يَا عَبْدَ اللَّهِ اتَّقِ اللَّهَ وَلَا تَفْتَحِ الْخَاتَمَ إِلَّا بِحَقِّهِ، فَقُمْتُ عَنْهَا، فَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنِّي فَعَلْتُ ذَلِكَ ابْتِغَاءَ وَجْهِكَ فَافْرُجْ لَنَا مِنْهَا فُرْجَةً فَفَرَجَ لَهُمْ… الحديث
Ketika tiga orang sedang berjalan, mereka tertimpa hujan lalu mereka berlindung ke sebuah gua di gunung, maka turunlah sebuah batu besar dari gunung di depan mulut gua mereka lalu menutupi mereka, maka sebagian mereka berkata kepada sebagian yang lain: Lihatlah amal-amal shalih yang telah kalian kerjakan untuk Allah, lalu berdoalah kepada Allah Ta’ala dengannya semoga Allah melapangkannya dari kalian. Maka salah seorang dari mereka berkata: Ya Allah, sesungguhnya aku memiliki seorang putri paman yang aku cintai seperti paling keras kecintaan laki-laki kepada wanita, dan aku meminta kepada dirinya maka ia menolak hingga aku mendatanginya dengan seratus dinar, maka aku bekerja keras hingga mengumpulkan seratus dinar lalu aku datang kepadanya dengannya, ketika aku duduk di antara kedua kakinya ia berkata: Wahai hamba Allah, bertakwalah kepada Allah dan janganlah engkau buka stempel kecuali dengan haknya, maka aku berdiri darinya, maka jika Engkau mengetahui bahwa aku melakukan itu mengharap wajah-Mu maka lapangkanlah bagi kami darinya celah, maka terbukalah bagi mereka … 1
والسادس: رجل تَصَدَّقَ بصدقة، وما أكثر المتصدقين، وما أعظمَ أجورَهُم عند الله، لكن الذي تميز به هذا المُتَصَدّق ونال به هذا الأجر العظيم – وهو إظلال الله له -، إخلاصه في صدقته، فقد بلغ به الإخلاص حتى كاد أن يخفيها عن نفسه لو استطاع. وقد مدح الله المتصدقين، فقال:
Yang keenam: Seorang laki-laki yang bersedekah dengan sedekah, dan betapa banyaknya orang yang bersedekah, dan betapa besarnya pahala mereka di sisi Allah, tetapi yang membedakan orang yang bersedekah ini dan mendapatkan dengannya pahala yang agung ini – yaitu naungan Allah baginya -, adalah keikhlasannya dalam sedekahnya, maka telah sampai padanya keikhlasan hingga hampir ia menyembunyikannya dari dirinya sendiri seandainya ia mampu. Dan Allah telah memuji orang-orang yang bersedekah, maka berfirman :
﴿ إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ ﴾ [البقرة: 271]
“Jika kamu menampakkan sedekah-sedekahmu, maka itu baik” [Al-Baqarah: 271]
ثم خص المُسِرِّين فقال:
kemudian mengkhususkan yang menyembunyikannya maka berfirman :
﴿ وَإِن تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لُّكُمْ وَيُكَفِّرُ عَنكُم مِّن سَيِّئَاتِكُمْ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ ﴾ [البقرة: 271].
“Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu dan Allah akan menghapus sebagian kesalahan-kesalahanmu. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan” [Al-Baqarah: 271].
وعن عبدالله بن جعفر رضي الله عنهما قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:
Dan dari Abdullah bin Ja’far radhiyallahu ‘anhuma berkata: Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :
صَدَقَةُ السِّرِّ تُطْفِيءُ غَضَبَ الرَّبِّ
Sedekah yang tersembunyi memadamkan kemarahan Tuhan 2
أما السابع: فرجل امتلأ قلبه بمحبة الله وخشيته وتعظيمه، فذكر الله بمكان خالٍ لا يراه إلا هو، ذكر عظمته وفضله عليه ورحْمَتَهُ فدمعت عيناه شوقًا إليه، وفي هذا وأمثاله يقول الله تبارك وتعالى:
Adapun yang ketujuh: Seorang laki-laki yang hatinya dipenuhi dengan kecintaan kepada Allah dan rasa takut kepada-Nya dan pengagungan kepada-Nya, maka ia mengingat Allah di tempat yang sepi tidak ada yang melihatnya kecuali Dia, mengingat keagungan-Nya dan karunia-Nya kepadanya dan rahmat-Nya maka matanya meneteskan air mata karena rindu kepada-Nya, dan tentang ini dan yang serupa Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman :
﴿ إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ ﴾ [الأنفال: 2].
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah bergetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakal” [Al-Anfal: 2].
وقال تعالى:
Dan Allah Ta’ala berfirman :
﴿ وَإِذَا سَمِعُوا مَا أُنزِلَ إِلَى الرَّسُولِ تَرَى أَعْيُنَهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُوا مِنَ الْحَقِّ يَقُولُونَ رَبَّنَا آمَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ ﴾ [المائدة: 83].
“Dan apabila mereka mendengar (ayat-ayat) yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu melihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al-Qur’an) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata, ‘Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al-Qur’an dan kenabian Muhammad)'” [Al-Ma’idah: 83].
وعن ابن عباس رضي الله عنهما قال: قال النبي صلى الله عليه وسلم:
Dan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda :
عَيْنَانِ لا تَمَسُّهُمَا النَّارُ عَيْنٌ بَكَتْ مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَعَيْنٌ بَاتَتْ تَحْرُسُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ
Dua mata yang tidak akan disentuh oleh api neraka: mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang bermalam berjaga di jalan Allah 3
وقد كان النبي صلى الله عليه وسلم كثير البكاء من خشية الله، وكذلك الصالحون من قبل ومن بعد، وقد توعد الله أصحاب القلوب القاسية بِأَشَدِّ الوعيد، فقال:
Dan Nabi صلى الله عليه وسلم banyak menangis karena takut kepada Allah, dan demikian pula orang-orang shalih sebelum dan sesudahnya, dan Allah telah mengancam pemilik hati yang keras dengan ancaman yang keras, maka berfirman :
﴿ فَوَيْلٌ لِّلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُم مِّن ذِكْرِ اللَّهِ أُولَئِكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ ﴾ [الزمر: 22].
“Maka celakalah orang-orang yang hatinya keras untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata” [Az-Zumar: 22].
والحمد لله رب العالمين، وصلى الله وسلَّم على نَبِيِّنا مُحَمَّدٍ وعلى آله وصحبه أجمعين.
Dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, dan shalawat serta salam kepada Nabi kami Muhammad dan kepada keluarganya serta sahabatnya semuanya.
Alhamdulillah selesai rangkaian artikel 4 (Empat) Seri
Sumber : Alukah
Catatan Kaki
- Penggalan dari hadits dalam Shahih Al-Bukhari (2/117) nomor (2215), dan Shahih Muslim (4/210) nomor (2743).
- Al-Mu’jam Ash-Shaghir karya Ath-Thabrani (2/95), dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ nomor (3759).
- Sunan At-Tirmidzi (4/175) nomor (1639), dan ia berkata: Hadits Ibnu Abbas adalah hadits hasan gharib, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir (2/756) nomor (4113).
Leave a Reply