يقضي المرء ما يغلب على ظنه من أيام أفطرها
Seseorang Mengqadha Puasa Berdasarkan Dugaan Kuat Jumlah Hari yang Ditinggalkannya
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Seseorang Mengqadha Puasa Berdasarkan Dugaan Kuat Jumlah Hari yang Ditinggalkannya ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Ibadah
السؤال:
Pertanyaan:
السلام عليكم ورحمة الله تعالى وبركاته فضيلة الشيخ … امرأة في الأربعين الآن ، عندما كانت بين ١٣ – ١٨ سنة وعن جهل هي وأهل بيتها كانت وخلال هذه الخمس سنوات تفطر معظم شهر رمضان بعذر وغالباً بدون عذر ، يعني تفطر معظم الشهر بدون عذر ولم تقض هذه الأيام ، وهي لاتعرفها تحديداً طوال عمرها إلا مؤخراً صامت فقط وبدون إطعام فقط ٣٦ يوماً طبعا الأيام أكثر من هذا، الآن ماذا يجب في حقها ؟؟ هل تصوم فقط ؟؟ أم هل تصوم مع الإطعام ؟؟ وكيف تكون صيغة الإطعام؟؟ أرجو توضيح هذه النقطة وتفصيل الشرح فيها، وكم عدد هذه الأيام؟؟ فهي لا تستطيع تقديرها بالعدد لكثرتها وقلة ما صامت في هذة الفترة. أرجو التوضيح حفظكم الله.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Fadhilatus Syaikh… seorang wanita yang sekarang berusia empat puluh tahun, ketika ia berusia antara 13-18 tahun, dikarenakan ketidaktahuannya dan juga keluarganya, selama lima tahun tersebut ia tidak berpuasa pada sebagian besar hari di bulan Ramadhan, baik karena uzur maupun seringkali tanpa uzur. Maksudnya, ia tidak berpuasa hampir sebulan penuh tanpa uzur dan belum mengqadha hari-hari tersebut. Ia tidak mengetahui jumlah pastinya sepanjang hidupnya, kecuali baru-baru ini ia telah mengqadha sebanyak 36 hari saja tanpa memberi makan (fidyah), padahal jumlah hari yang ditinggalkan tentu lebih banyak dari itu. Sekarang, apa yang wajib ia lakukan? Apakah ia hanya perlu berpuasa saja? Ataukah berpuasa disertai memberi makan (fidyah)? Bagaimana tata cara memberi makannya? Saya mohon penjelasan serta rincian dalam poin ini. Dan berapa jumlah hari tersebut? Karena ia tidak mampu memperkirakan jumlahnya disebabkan banyaknya hari yang ditinggalkan dan sedikitnya yang telah ia qadha selama periode tersebut. Mohon penjelasannya, semoga Allah menjaga Anda.
الإجابــة:
Jawaban :
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya. Amma ba’du:
فيلزم هذه المرأة أن تتوب إلى الله تعالى، وأن تقضي ما عليها من أيام أفطرتها بعد بلوغها، فإن جهلت أو نسيت عددها فتصوم حتى يغلب على ظنها أنها قد قضت ما عليها من أيام،
Wajib bagi wanita tersebut untuk bertaubat kepada Allah Ta’ala dan mengqadha hari-hari yang ia tinggalkan setelah ia mencapai usia baligh. Jika ia tidak mengetahui atau lupa jumlahnya, maka hendaknya ia berpuasa sampai ia memiliki dugaan kuat (ghalabatuz zhan) bahwa ia telah melunasi seluruh hutang puasanya.
وراجعي الجواب الأخرى هنا.
Silakan merujuk pada jawaban lain disini :
وقد سبق بيان علامات البلوغ في الجواب الأخرى هنا, فلتراجع.
Penjelasan mengenai tanda-tanda baligh telah dipaparkan sebelumnya dalam jawaban lain disini, maka silakan dirujuk kembali.
ومن أخر صيام ما أفطر من رمضان بلا عذر حتى دخل عليه رمضان آخر لزمه مع القضاء كفارة عند جماهير أهل العلم، وقدرها مُدُّ طعام عن كل يوم وهو ما يعدل ٧٥٠ جراماً تقريباً،
Barangsiapa yang mengakhirkan qadha puasa Ramadhan tanpa uzur hingga masuk Ramadhan berikutnya, maka menurut mayoritas ulama (jumhur), ia wajib mengqadha disertai membayar kaffarah (fidyah). Ukurannya adalah satu mud makanan untuk setiap harinya, yaitu setara dengan sekitar 750 gram.
وذهب بعض أهل العلم إلى عدم وجوب الكفارة، ولا يلزمها إلا القضاء فقط، والصحيح ما ذهب إليه الجمهور، وراجعي الجواب الاخرى هنا.
Sebagian ahli ilmu berpendapat bahwa kaffarah tidak wajib, dan ia hanya berkewajiban mengqadha saja. Namun yang shahih adalah pendapat mayoritas ulama. Silakan merujuk pada jawaban lain disini.
- Kaffarah Qadha Tidak Berlipat Ganda dengan Berlalunya Tahun
- Hukum Orang yang Memiliki Hutang Qadha Ramadhan dan Masuk Ramadhan Berikutnya
والله أعلم.
Wallahu a’lam.
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply