Hukum Berbuka Karena Takut Diketahui KeIslamannya



حكم الفطر في رمضان خشية أن يعلم أهله بإسلامه

Hukum Berbuka di Bulan Ramadhan Karena Takut Keluarganya Mengetahui Keislamannya

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Hukum Berbuka Karena Takut Diketahui KeIslamannya ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Ibadah

السؤال:

Pertanyaan:

من الله على أحد الأشخاص بالإسلام بعد أن كان نصرانيا والآن هو ملتزم بشعائر الإسلام ولكن بالخفية حيث لا يقدر أن يطلع أهله على إسلامه وحتى الصلاة يؤديها في بيت صديقه والمشكلة الآن مسالة الصيام حيث لا يستطيع أن يصوم فإن صام اكتشف من قبل أهله . فماذا يفعل؟ هل يطعم عن كل يوم مسكينا أم أنه يقضي الأيام فيما بعد إلى أن تهيأ له الظروف المناسبة أم هناك حل آخر ؟

Allah telah memberikan anugerah Islam kepada seseorang setelah sebelumnya ia penganut Nasrani, dan sekarang ia berkomitmen menjalankan syiar Islam namun secara sembunyi-sembunyi karena ia tidak sanggup memberitahukan keislamannya kepada keluarganya, bahkan shalat pun ia lakukan di rumah temannya. Masalahnya sekarang adalah perkara puasa, karena ia tidak sanggup berpuasa yang jika ia berpuasa maka akan ketahuan oleh keluarganya. Apa yang harus ia lakukan? Apakah ia memberi makan orang miskin untuk setiap harinya, atau ia mengqadha hari-hari tersebut di kemudian hari sampai kondisi yang memungkinkan tersedia baginya, atau ada solusi lain?

الإجابــة:

Jawaban :

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:

Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya. Amma ba’du:

فلم يتبين لنا السائل ماذا يترتب على علم أهله بإسلامه حتى نعلم هل هو في حكم المكره على الفطر أم لا، والأصل أنه يجب عليه أن يصوم ما دام مسلما تنطبق عليه شروط الصوم من العقل والبلوغ والاستطاعة والإقامة، ولا يجوز له أن يفطر لكي لا يعلم أهله بإسلامه، وينبغي للمسلمين أن يساعدوه ويثبتوه ويعينوه على التمسك بدينه والالتزام بشرائعه وأن يوفروا له الدعم المعنوي والمادي بقدر ما يستطيعون

Belum jelas bagi kami dari penanya apa dampak yang timbul jika keluarganya mengetahui keislamannya, sehingga kami dapat mengetahui apakah ia termasuk dalam status orang yang dipaksa (mukrah) untuk berbuka atau tidak. Hukum asalnya adalah wajib baginya untuk berpuasa selama ia seorang Muslim yang memenuhi syarat-syarat puasa yaitu berakal, baligh, mampu, dan bermukim. Tidak diperbolehkan baginya untuk berbuka agar keluarganya tidak mengetahui keislamannya. Hendaknya kaum Muslimin membantunya, menguatkannya, dan menolongnya untuk tetap teguh pada agamanya serta berkomitmen pada syariat-syariatnya, dan memberikan dukungan moril maupun materiil kepadanya semampu mereka.

والله أعلم.

Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.