أفطروا ظنا منهم أن الشمس قد غربت فبان أنها لم تغرب
Berbuka Karena Mengira Matahari Sudah Terbenam Namun Ternyata Belum
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Berbuka Karena Mengira Matahari Sudah Terbenam Namun Ternyata Belum ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Ibadah
السؤال:
Pertanyaan:
يوم أمس كنت مع عائلتي جالسين على مائدة الإفطار ننتظر أذان المغرب، وعند دخول الوقت سمعنا جميعنا الأذان من بعيد, فبدأنا بالأكل والشرب, وإذا بالصوت يقترب أكثر ويكون عبارة عن صوت سيارة جوالة تنادي لبيع جرار الغاز، وبعدها بثواني يبدأ الأذان الفعلي، فهل علينا هنا قضاء هذا اليوم أم ماذا؟. مع العلم أن جميع إخوتي وأمي وزوجة أخي قد سمعوا الأذان الوهمي، وقد أكلت أنا وثلاثة من إخوتي فقط.
Kemarin saya bersama keluarga duduk di meja makan menunggu adzan Maghrib. Ketika waktu masuk, kami semua mendengar adzan dari kejauhan, maka kami pun mulai makan dan minum. Namun ternyata suara itu semakin mendekat dan ternyata itu adalah suara mobil keliling yang menawarkan tabung gas. Beberapa detik kemudian, adzan yang sebenarnya baru dimulai. Apakah kami wajib meng-qadha puasa hari tersebut? Perlu diketahui bahwa semua saudara saya, ibu saya, dan istri saudara saya mendengar adzan semu tersebut, namun hanya saya dan tiga saudara saya saja yang sudah terlanjur makan.
الإجابــة:
Jawaban :
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد: فإذا كان وقت المغرب قد دخل بالفعل وإنما تأخر الأذان شيئا ما فلا حرج عليكم في الفطر ولا يلزمكم قضاء، لقول النبي صلى الله عليه وسلم: إذا أقبل الليل من ههنا وأدبر النهار من ههنا وغربت الشمس فقد أفطر الصائم. متفق عليه.
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya. Amma ba’du: Jika waktu Maghrib sebenarnya sudah masuk dan adzan hanya sedikit terlambat, maka tidak ada dosa bagi kalian dalam berbuka dan tidak wajib meng-qadha, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Jika malam telah datang dari arah sini dan siang telah pergi dari arah sana, serta matahari telah terbenam, maka orang yang berpuasa telah berbuka.” (Muttafaq ‘alaih).
وأما إذا كان المؤذن يؤذن مع أول الوقت فيجب على من أفطر قبل الوقت ولو بزمن يسير القضاء في قول الجمهور الذين ذهبوا إلى وجوب القضاء على من أفطر لغلبة ظنه أن الشمس قد غربت ثم بان أنها لم تغرب،
Adapun jika muadzin tersebut mengumandangkan adzan tepat di awal waktu, maka wajib bagi orang yang berbuka sebelum waktunya —meskipun hanya sesaat— untuk meng-qadha puasa menurut pendapat mayoritas ulama (Jumhur). Mereka berpendapat wajibnya qadha bagi siapa saja yang berbuka karena kuatnya persangkaan bahwa matahari telah terbenam, namun kemudian jelas baginya bahwa matahari ternyata belum terbenam.
ويرى شيخ الإسلام ابن تيمية عدم لزوم القضاء في هذه الحال وهو قول طائفة من السلف، وأطال ابن القيم في تقريره والانتصار له في تهذيب السنن بما تحسن مراجعته، وعن عمرـ رضي الله عنه ـ روايتان، إحداهما: بلزوم القضاء، والأخرى بعدم لزومه، والقول بعدم لزوم القضاء وإن كان وجيها إلا أننا نقول: كما روي عن عمرـ رضي الله عنه ـ في الرواية التي أمر فيها بالقضاء: الأمر يسير.
Sementara itu, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berpendapat tidak wajibnya qadha dalam kondisi ini, dan ini merupakan pendapat sekelompok ulama Salaf. Ibnu al-Qayyim memperpanjang penjelasannya dan membela pendapat ini dalam Tahdzib as-Sunan yang sangat baik untuk dirujuk. Dari Umar radhiyallahu ‘anhu terdapat dua riwayat; satu menyatakan wajib qadha dan yang lainnya menyatakan tidak wajib. Meskipun pendapat yang menyatakan tidak wajib qadha itu cukup kuat (wajih), namun kami katakan sebagaimana riwayat dari Umar radhiyallahu ‘anhu saat beliau memerintahkan qadha: “Perkaranya mudah (untuk di-qadha).”
ومن ثم فالذي ننصح به من أكل ثم بان له أن الشمس لم تغرب أن يقضي ذلك اليوم خروجا من الخلاف ومتابعة للجمهور واحتياطا للدين ، وانظر لتفصيل القول في هذه المسألة الفتوى الأخرى هنا.
Oleh karena itu, kami menasihatkan bagi siapa saja yang makan kemudian jelas baginya bahwa matahari belum terbenam, agar ia meng-qadha puasa hari tersebut untuk keluar dari perselisihan pendapat, mengikuti mayoritas ulama, dan sebagai bentuk kehati-hatian dalam beragama. Untuk detail penjelasan dalam masalah ini, silakan lihat fatwa lainnya di sini :
والله أعلم.
Wallahu a’lam.
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply