معنى “قل هو الله أحد تعدل ثلث القرآن”
Makna “Qul Huwallahu Ahad Setara Sepertiga Al-Quran”
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Makna “Qul Huwallahu Ahad Setara Sepertiga Al-Quran” ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab tentang al Quran
السؤال
Pertanyaan:
هل معنى الحديث التالي أن سورة الإخلاص من قرأها ثلاث مرات يأخذ ثواب قراءته القرآن كله مع أن عدد حروف القرآن أكثر بكثير جداً وعلى كل حرف حسنة عند قراءته؟
Apakah makna hadits berikut menunjukkan bahwa barangsiapa membaca surah Al-Ikhlas tiga kali maka ia mendapatkan pahala membaca Al-Quran seluruhnya, padahal jumlah huruf Al-Quran jauh lebih banyak dan pada setiap hurufnya terdapat satu kebaikan saat membacanya?
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لأَصْحَابِ : “أَيَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَقْرَأَ ثُلُثَ الْقُرْآنِ فِي لَيْلَةٍ فَشَقَّ ذَلِكَ عَلَيْهِمْ وَقَالُوا أَيُّنَا يُطِيقُ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَقَالَ اللَّهُ الْوَاحِدُ الصَّمَدُ ثُلُثُ الْقُرْآنِ”.
Dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada para sahabatnya: “Apakah salah seorang di antara kalian merasa lemah (tidak mampu) untuk membaca sepertiga Al-Quran dalam satu malam?” Maka hal itu terasa berat bagi mereka dan mereka berkata: “Siapakah di antara kita yang sanggup melakukan itu wahai Rasulullah?” Maka beliau bersabda: “Allahul Wahidush Shamad (Surah Al-Ikhlas) adalah sepertiga Al-Quran.”
الإجابــة
Jawaban:
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabat beliau, amma ba’du:
فالحديث الذي ذكره السائل رواه البخاري وغيره، وقد اختلف العلماء في معنى قوله صلى الله عليه وسلم:
Hadits yang disebutkan oleh penanya diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan selainnya, dan para ulama telah berselisih pendapat mengenai makna sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“قل هو الله أحد تعدل ثلث القرآن”
“Qul Huwallahu Ahad setara dengan sepertiga Al-Quran”,
وذلك على أقوال:
hal tersebut terbagi dalam beberapa pendapat:
القول الأول: أنها ثلث باعتبار معاني القرآن، لأن القرآن أحكام وأخبار وتوحيد، وقد اشتملت هي على القسم الثالث، فكانت ثلثاً بهذا الاعتبار.
Pendapat pertama: Bahwa ia adalah sepertiga ditinjau dari makna-makna Al-Quran, karena Al-Quran terdiri dari hukum-hukum, berita-berita (kisah), dan tauhid. Surah ini mencakup bagian ketiga (tauhid), sehingga ia menjadi sepertiga berdasarkan pertimbangan ini.
والقول الثاني: أنها ثلث القرآن باعتبار الثواب. أي أن ثواب قراءتها يعدل ثواب قراءة ثلث القرآن، وقيل مثله من غير تضعيف، والأقرب أنه مع التضعيف للإطلاق.
Pendapat kedua: Bahwa ia adalah sepertiga Al-Quran ditinjau dari sisi pahala. Yaitu pahala membacanya setara dengan pahala membaca sepertiga Al-Quran. Ada pula yang berpendapat setara tanpa kelipatan, namun yang lebih kuat adalah menyertakan kelipatan pahala karena sifatnya yang mutlak.
والقول الثالث: أن المراد من عمل بما تضمنته من الإخلاص والتوحيد كان كمن قرأ ثلث القرآن.
Pendapat ketiga: Bahwa yang dimaksud adalah barangsiapa yang mengamalkan apa yang terkandung di dalamnya berupa keikhlasan dan tauhid, maka ia seperti orang yang membaca sepertiga Al-Quran.
والقول الرابع: أن هذا الثواب خاص بذاك الرجل الذي كان يرددها في ليلة، فقال النبي صلى الله عليه وسلم: “إنها لتعدل….الحديث”.
Pendapat keempat: Bahwa pahala ini khusus bagi laki-laki tersebut yang selalu mengulangnya dalam satu malam, lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya ia setara…” (al-hadits).
وقيل غير ذلك، وراجع فتح الباري. والأقرب هو أن ثوابها كثواب ثلث القرآن مع التضعيف. وفضل الله واسع.
Dan ada pula pendapat selain itu, silakan merujuk pada Fathul Bari. Pendapat yang paling kuat adalah bahwa pahalanya seperti pahala sepertiga Al-Quran disertai dengan kelipatannya. Dan karunia Allah itu sangatlah luas.
والله أعلم.
Wallahu a’lam.
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply