[Ensiklopedi Al Quran] Al Baqarah ayat 14 (3) : inna ma’akum innama nahnu mustahziuun



البقرة  ١٤

[Ensiklopedi Al Quran] Al Baqarah ayat 14 (4) : Istihzaa pada Allah Subhanahu wa Ta’ala (1)

Alih Bahasa dan Kompilasi : Reza Ervani bin Asmanu

بسم الله الرحمن الرحيم

Al Baqarah ayat 14 adalah lanjutan serial Ensiklopedi Al Quran

وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ آمَنُوا قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْا إِلَىٰ شَيَاطِينِهِمْ قَالُوا إِنَّا مَعَكُمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِئُونَ

إِنَّا مَعَكُمْ: على دينكم, أو معكم, على النصرة, والولاية؛

Innaa ma’akum (sesungguhnya kami bersama kalian). Yakni ada dalam agama kalian, atau bersama kalian dalam hal dukungan dan perlindungan/naungan.

و إِنَّا مَعَكُمْ : جملة اسمية؛ تدل على الثبوت, والدوام, على كونهم إخوان الشياطين.

Inna ma’akum : Jumlah Ismiyah, menunjukkan ketetapan dan keberlanjutan persekutuan mereka sebagai saudara setan-setan.

إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِئُونَ : إنما: كافة مكفوفة؛ تفيد التوكيد.

Innamaa nahnu mustahzi-uun (kami hanya orang yang mengolok-olok). Innama : kata yang membatasi dan memberikan penekanan secara keseluruhan, memberikan faidah at Taukid (penguatan)

نَحْنُ مُسْتَهْزِئُونَ : جمع مستهزئ: والاستهزاء عام, يكون في الأشخاص, وغير الأشخاص.

Nahnu mustahzi-uun (kami adalah orang-orang yang mengolok-olok). Jamak dari mustahzi-un (orang yang mengolok). Al Istihza (mengolok) bersifat umum, dapat ditujukan kepada seorang individu, maupun bukan.

والاستهزاء : الاستخفاف, والخفة, وتصغير قدر الشخص, أو الشيء

Istihza’ berarti meremehkan, bersikap merendahkan, dan mengurangi nilai seseorang atau sesuatu.

Al Baqarah ayat 14 : Pemahaman Mengenai Istihza

أولًا: المعنى اللغوي:

Yang pertama : Makna Lughawi (Bahasa)

أصل مادة ( هزء) تدل على السخرية، يقال: هزأ واستهزأ: إذا سخر، واستهزأ بالقانون: خرقه ولم ينفذه، وهو بمعنى: السخرية، والاستخفاف، ويأتي بمعنى: التهكم

Asal katanya adalah Haz-un “هزء” menunjukkan makna as Sukhriyah (sindiran tajam, sarkasme). Dikatakan: هزأ واستهزأ: Ketika mencemooh atau mengejek. Misalnya, استهزأ بالقانون: Melanggar dan tidak menjalankan hukum. Artinya mencakup makna olokan, sindiran, penghinaan, dan juga merujuk pada ejekan. 123

ثانيًا: المعنى الاصطلاحي:

Yang kedua, Makna secara Isthilah 

لا يختلف كثيرًا المعنى الاصطلاحي عن المعنى اللغوي، فالاستهزاء يقتضي تصغير من قصد به، وتحقيره

Tidak ada perbedaan yang signifikan antara makna secara isthilah dengan makna secara bahasa, karena al Ihtizaa menunjukkan peremehan, pelecehan atau merendahkan nilai seseorang yang ditujunya. 4

ويكون بالقول أو بالفعل، بالعبارة أو الإشارة، بالخطابة أو بالكتابة، بالتصريح أو بالتلميح، بالتحقيق أو بالتلفيق، وقد يطابق الحال فيمن استهزئ به وقد يخالف.

Hal ini dapat dilakukan melalui ucapan atau tindakan, baik melalui kata-kata atau isyarat, melalui khutbah atau tulisan, melalui pernyataan langsung atau sindiran, bisa merupakan hal yang sebenarnya bisa juga merupakan rekayasa, sehingga bisa saja olokan itu merupakan kenyataan yang ada pada objek ejekan, bisa juga bukan merupakan keadaan sesungguhnya pada objek ejekan.

وعرفه ابن جرير الطبري بأنه: «إظهار المستهزئ للمستهزأ به من القول والفعل ما يرضيه ظاهرًا، وهو بذلك من قيله وفعله به مورثه مساءة باطنًا»

Ibnu Jarir al-Thabari mendefinisikan al Istihzaa sebagai “Pihak yang mengejek menampakkan perkataan dan perbuatan yang secara zhahir dapat diterima / diridhoi oleh objek atau pihak yang diejek, akan tetapi perkataan dan perbuatan tersebut meninggalkan rasa sakit / rasa tersinggung secara batin” 5 (Pengertian yang disampaikan oleh Imam Ibnu Jarir ini dalam Bahasa Indonesia lebih dekat dengan padanan kata “sarkasme” – pent)

وبإمعان النظر يظهر أن هذا التعريف غير دقيق، ذلك أن الاستهزاء قد وقع من الكفار في العهد المكي، وهو عهد الاستضعاف، ويؤكد ذلك مجيئه في السور المكية، ولم يكن من الكفار إظهار ما يرضى به النبي صلى الله عليه وسلم بل كانوا يظهرون له العداوة والسخرية والطعن فيه، ويسعون في إحراجه كثيرًا، وكون هذا فيهم يرد هذا التعريف،

Jika ditelaah dengan cermat, terlihat bahwa definisi ini tidak akurat. Hal ini karena al istihzaa juga dilakukan oleh orang-orang kafir selama periode Mekah, yang merupakan periode kelemahan dan penindasan. Hal ini ditegaskan dengan informasi-informasi dalam surah-surah Makkiyah. (Misalnya di Surah az Zumar ayat 48 :

وَبَدَا لَهُمْ سَيِّئَاتُ مَا كَسَبُوا وَحَاقَ بِهِم مَّا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ

Dan (jelaslah) bagi mereka akibat buruk dari apa yang telah mereka perbuat dan mereka diliputi oleh pembalasan yang mereka dahulu selalu memperolok-olokkannya.

Orang-orang kafir tidak pernah menampakkan sesuatu yang diridhoi atau sesuatu yang disenangi oleh Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam, sebaliknya mereka senantiasa menunjukkan permusuhan, ejekan, dan celaan kepada beliau. Mereka berusaha untuk mempermalukan beliau dengan banyak cara. Kenyataan ini membuat definisi tersebut tertolak.

 وقد ذكره الطبري في سورة البقرة عند الحديث عن المنافقين، لكنه حين وقف مع استهزاء الكافرين ذكر أنه كان منهم السخرية والإيذاء للنبي صلى الله عليه وسلم

Imam ath Thabari menyebutkan definisi Istihzaa tersebut dalam Surah Al-Baqarah saat membahas tentang orang-orang munafik, akan tetapi beliau juga menggunakan penyebutan Istihzaaul Kaafiriin (istihzaa orang-orang kafir) yang menunjukkan sarkasme, ejekan (as Sukhriyah) dan penganiayaan (al Iidzaa’) orang-orang kafir kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam

والمختار في تعريف الاستهزاء هو: صدور ما يدعو لانتقاص شأن المقصود به من المستهزئ، بوجود المقتضي أو بعدمه، بغرض التحقير له، أو التنفير عنه، أو كليهما.

Sehingga definisi yang lebih tepat untuk al Istihzaa secara isthilah adalah: Menyampaikan sesuatu yang menyebabkan peremehan atau penghinaan terhadap orang atau hal yang menjadi sasaran olok-olok, dengan atau tanpa syarat, dengan tujuan merendahkan, mengasingkan, atau keduanya. 6

Allahu Ta’ala ‘A’lam

Catatan Kaki

  1. Lihat Tahdzib al Lughah lil Azhari
  2. Lihat Juga ash Shihah lil Jauhariy
  3. Lihat Juga Maqayish al Lughah Ibnu Faaris
  4. Lihat al Furuq al Lughawiyah al Asykariy
  5. Lihat Tafsir ath Thabari
  6. Lihat Mausu’ah at Tafsir al Maudhu’i


Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.