Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
teman dekatnya—diutamakan (tetapi tidak harus) perempuan kalau yang meninggal perempuan dan laki-laki kalau yang meninggal laki-laki—di bawah pimpinan modin. Para anggota keluarga memeluk jenazah itu di atas pangkuannya sambil duduk di kursi hingga air pemandian itu membasahi tubuh dan pakaian mereka. Perbuatan ini disebut pangkon, kata yang juga digunakan untuk perbuatan menimang anak di pangkuan, atau ketika pengantin pria memangku isterinya yang belum dewasa dan dengan itu, untuk terakhir kalinya ditunjukkan kasih sayang keluarga yang ditinggalkan. Jenazah itu dimandikan di halaman depan, dilingkari penyekat anyaman bambu yang dipasang dengan terburu-buru—sekalipun orang boleh melihatnya dari sela-sela penyekat itu kalau mau. Biasanya digunakan tiga jenis air, masing- masing dalam tempayan tanah yang berbeda: satu dengan bunga di dalamnya,: satu dengan uang, sejenis daun khusus dan bermacam-macam tumbuhan obat: serta satunya lagi air tanpa campuran apa-apa. Sebagai tambahan, disediakan obat keramas dari merang yang dibakar untuk mencuci rambut. Modin menuangkan gayung air yang pertama, kemudian diikuti oleh anggota keluarga lainnya secara bergilir. Kesanggupan memangku jenazah ayah, isteri, saudara perempuan, paman atau siapapun lainnya ketika dimandikan disebut orang tegel— kesanggupan untuk melakukan sebuah pekerjaan yang menjijikkan, yang buruk atau menakutkan, tanpa terguncang dan tetap bertahan sekalipun ada perasaan takut atau tidak enak di dalam. Tak seorang pun diwajibkan melakukan ini: dan jika tak seorang pun dari keluarga dekat yang tegel, mayat itu bisa ditelentangkan di tiga batang pisang. Karena mereka diharapkan untuk tegel dan kalau tidak demikian akan dicerca, maka kebanyakan orang akan merasa sangat malu untuk menarik diri dari tugas ini atau menunjukkan perasaannya secara terbuka dalam melakukan tugas ini. Seorang gadis muda yang saya kenal menangis ringan ketika ayahnya meninggal secara mendadak dan keluarganya mengatakan kepadanya bahwa ia akan tidak diperkenankan memandikan mayatnya kalau tidak berhenti menangis, yang memang segera ia lakukan. Dua alasan diajukan mengapa tidak boleh ada airmata di dekat jenazah: airmata itu akan membuat atmosfir menjadi gelap hingga orang yang meninggal itu akan kesulitan menemukan jalannya kemakam airmata akan membuat roh yang meninggal bingung, hingga ia tak kuasa meninggalkan rumah itu.