Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 120
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 120 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Tabel terjemah Inggris belum dibuat.
Bahasa Indonesia Translation

Akhirnya, ia pergi mencari dukun untuk mengobatinya. Dukun itu datang dan menyuruh anak itu minum semacam teh manis sambil mengucapkan mantera agar anak itu melupakan adiknya yang meninggal. Anak itu kemudian memang melupakannya: ia berhenti menangis dan mulai makan dan tidur secara normal. Sekalipun ada beberapa penyimpangan seperti ini, kebanyakan orang mengerjakan apa yang bisa disebut sebagai pekerjaan yang luarbiasa, setidaknya dengan menyembunyikan kesedihan mereka. Kematian agaknya tidak menimbulkan ketakutan yang berlebihan pada kebanyakan orang Jawa dan orang berbicara tentang kematian secara terang-terangan tanpa menunjukkan kecemasan sedikit pun. Suatu ketika, pada pemakaman seseorang yang tidak saya kenal dan belum pernah saya jumpai sebelumnya, saya duduk bersama dua orang tua, yang seorang berumur sekitar 60 tahun, yang lain sekitar 70 tahun. “Berapa umur almarhum?” tanya saya, yang dengan agak canggung mencoba mengetahui apakah kematiannya merupakan pukulan bagi keluarganya. “Apakah ia sudah tua ataukah meninggal dalam usia setengah baya?" “Oh”, kata yang berumur 60 tahun itu, “ia sudah cukup tua: memang sudah tiba saatnya untuk pergi. la hanya sedikit lebih muda dari Pak Paidin ini”, ungkapnya sambil menunjuk dengan ibu jarinya kepada temannya yang berumur 70 tahun itu. Temannya membenarkan keterangannya tanpa menunjukkan perasaan haru atau rasa lucu, semata-mata seperti memberikan persetujuan kepada pernyataan tentang Sebuah fakta yang sederhana. Apa pun alasan kejiwaan yang lebih dalam mengenai ketenangan hati dalam menghadapi kepunahan pribadi ini, anggaplah hal itu me- mang betul, ada beberapa kepercayaan pada tingkat kognitif yang bisa ditunjuk orang sebagai bagian dari penjelasan. Seorang informan mene- gaskan bahwa para dukun tidak bisa mempengaruhi umur seseorang. Kalau orang ditakdirkan akan meninggal pada usia 30 tahun, ia akan mati pada usia itu: kalau umurnya ditetapkan 60, ia akan mati pada usia itu juga. Apa yang bisa dilakukan oleh seorang dukun hanyalah membuat hidup orang itu lebih ringan, sehingga daripada terus sakit sejak umur 30 tahun sampai saat kematiannya, katakanlah, pada usia 75, orang lebih baik pergi ke dukun untuk memperoleh pengobatan dan bisa hidup dengan bahagia sampai saat kematiannya. Sekalipun demikian, ada variasi dalam kepercayaan terhadap takdir ini: karena


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 120 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi