Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 155
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 155 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Tabel terjemah Inggris belum dibuat.
Bahasa Indonesia Translation

Para dukun cukup sadar, setidaknya secara sepintas, bahwa banyak kekuatan mereka itu bersifat psikologis. Semua orang Jawa agaknya berpendapat bahwa ada dua jenis penyakit yang pokok. Pertama, yang bisa ditemukan sebab-sebab fisiknya dan disembuhkan dengan pengobatan dokter yang dididik secara Barat Kedua, yang tak bisa ditemukan sebabnya secara medis, tetapi si pasien memang sakit. Ini merupakan jenis penyakit yang hanya mampu diobati oleh para dukun. Begitulah Pak Parman menyatakan bahwa dia paling baik dalam mengo- bati penyakit sawan dan kegilaan temporer. Namun, kalau orang yang sakit sawan itu keturunan orang yang pernah mendapat penyakit sawan atau sakit mental, jarang sekali ia dapat menolong dan biasanya malah mencoba pun tak mau. Semua dukun menekankan perlunya kepercayaan mutlak kepada dukun dan menganggap banyak kegagalan terjadi karena adanya keraguan dalam hati si pasien terhadap kemampuan sang dukun. Sebab psikologis dari penyakit fisik adalah hal yang umum. Ketika Pak Arjo pergi ke Jakarta untuk menengok anaknya yang isterinya baru saja meninggal, ia pergi dengan kereta api bersama ibu si isteri. Dalam perjalanan itu ia mulai merasa sakit dan ketika tiba di sana ia benar-benar sakit. Selama kunjungan, ia terus berada di tempat tidur. Katanya, alasan ia jatuh sakit adalah karena ia sangat marah (pegel—kemarahan yang ditahan di hati, tidak dilampiaskan ke luar, kemarahan yang dirahasiakan kepada ibu menantunya, yang samasekali tak merasa sedih dengan kematian anaknya. Pada setiap perhentian kereta api, ia membeli sesuatu untuk dimakan dan makan terus sepanjang perjalanan (Arjo samasekali tidak makan sepanjang hari, ia mengatakan dengan bangga). Ia sangat marah kepada besannya , tetapi tidak memperlihatkannya. Menahan kemarahan di dalam hati inilah yang membuatnya sakit. Hubungan antara stabilitas emosional dan kesehatan fisik biasanya dinyatakan dalam bentuk yang lebih konkret, khususnya oleh kalangan abangan. Kalau seseorang kecewa, kaget, atau sangat sedih, ia akan jadi bingung dan tidak menentu, hingga jiwanya jadi kosong serta mudah dimasuki makhluk halus. Kadang-kadang makhluk halus itu dianggap menggantikan tempat jiwa, dimana proses pengobatannya dinyatakan dalam bentuk yang lebih metaforis: “Bila s6tan memasuki kita, ia mengusir roh kita (katanya, ia tidak tahu kemana roh itu pergi—pergi begitu saja) karena dalam pergumulannya


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 155 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi