Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
menurun. Di sela-sela waktu itu, beberapa dukun sudah dipanggil, tetapi tak ada perubahan juga. Sesudah semuanya ini, Pak Arjo menyarankan memanggil seorang dukun yang bekerja sebagai buruh kereta api. Orang itu datang dan memanterai segenggam garam, kemudian mena- burkannya pada anak itu, lalu pergi ke belakang memeriksa sungai. la lalumengatakan bahwa masalahnya anak itu telah bermain atau kencing di sungai tanpa sepengetahuan orangtua. Ini mengganggu permainan empat makhluk halus anak yang tinggal sekitar 13 meter dari tepi sungai itu, di rumpun bambu di belakang rumah dan makhluk halus anak-anak itu marah, lalu membuatnya sakit. Sebenarnya makhluk halus anak-anak itu tidak merasuki anak kecil itu, karena mereka terlalu kecil untuk bisa melakukannya, tetapi hanya berdiri di sekelilingnya dan menghimpit dia. Kalau mereka merasukinya, ia akan mati. Apa yang menyebabkan anak itu demikian parah sakitnya adalah karena ada empat makhluk halus terus-menerus mengejar dia. Pendapat bahwa kencing di sungailah yang menyebabkan kesulitan adalah lumrah dan telah diajukan sebagai sebuah teori oleh beberapa perempuan di sekitarnya sebelum dukun itu sendiri datang. Sihir Segala sesuatu itu selalu ada bagian bawahnya dan dalam hal praktik pengobatan serta magi orang Jawa, bagian bawah itu adalah sihir (tenung). Sihir, seperti halnya pengobatan, pada umumnya berada di tangan para ahli. Kalau orang ingin menenung seseorang, ia harus menggunakan jasa seorang dukun untuk melakukannya. Kebanyakan dukun tidak akan mengaku bahwa ia melakukan sihir, tetapi nyatanya, tidak sulit untuk menemukan seseorang yang bersedia melakukannya, asal cocok harganya—sekitar Rp 100 untuk menenung seseorang yang tak terlalu jauh tempatnya dengan sebuah penyakit yang relatif berat, untuk menenung sampai mati diperlukan beberapa ratus rupiah lagi. Satu-satunya pertahanan terhadap tenung adalah mencari dukun yang lebih baik," yang kekuatan spiritualnya lebih besar daripada dukun yang digunakan lawan untuk menenungnya. Kemudian, pertempuran antar- dukun, dalam medan mistik tentunya, akan terjadi kalau dukun yang digunakannya memang lebih kuat daripada dukun lawannya. Ia akan mengembalikan magi itu kepada lawannya dan ia pun akan jatuh sakit seperti yang semula diharapkannya pada orang yang ditenungnya. Dalam kedua kasus itu, kedua dukun itu tetap tak akan terkena, seperti halnya dua orang pengacara yang bertanding dalam sebuah perkara perdata.