Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 168
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 168 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Tabel terjemah Inggris belum dibuat.
Bahasa Indonesia Translation

yang mengejutkan di Jawa dan menjadi ahli pengobatan tradisional versi modern. Kalau dukun memiliki mantera dan jamu, maka para mantri memiliki pil serta suntikan. Jelas para mantri memiliki pengertian ilmiah tentang penyakit yang sedikit lebih banyak daripada para dukun. Mantri telah menjadi perantara bagi penafsiran kembali orang Jawa tentang obat-obatan Barat dan ditambahkanlah obat-obatan itu pada alat pengobatan tradisional yang tersedia bagi rata-rata orang Jawa. Orang di manapun cenderung menghadapi sebuah krisis seperti penyakit dengan segala sumber budaya yang bisa dijadikan sandaran serta menafsirkan apa yang mereka lakukan menurut kategori-kategori yang mereka pelajari pada masa kanak-kanak. Dengan demikian, orang Jawa memukuli masalah kesehatannya dengan tongkat apa pun yang diberikan oleh kebudayaannya dan melihat metode-metode yang diimpor, semata-mata sebagai elemen baru dalam pola lama. Dukun, jamu, obat-obatan paten, mantri dan dokter—semuanya diundang untuk berperan dalam sebuah percobaan habis-habisan untuk mengubah situasi yang mustahil, tetapi dengan suatu cara, pada akhirnya, gambar kata-kata sang dukun yang hidup, memberinya posisi yang lebih baik diatas para pesaing barunya. Mbok Minah, perempuan yang tinggal di sebelah rumah, mempunyai seorang cucu perempuan, Ti, berumur sekitar dua tahun, yang sudah dua minggu lamanya sakit—demikian parahnya, sehingga pada suatu ketika, ia hampir saja mati. Kata orang, ia menderita demam tinggi dan tak ada penyakit lain menurut gejala-gejala yang tampak. Pada puncak demam, hidungnya berdarah. Sekarang panasnya sudah turun, tetapi anak itu seperti menjadi bayi lagi—ia hanya bisa menyusu dan tak mau bicara, walaupun jelas anak itu tahu apa kata orang tentang dia. 1a samasekali lemah, tak mau menanggapi orang, hanya memandang saja. Kalau tidak diberi makan, ia samasekali tak menunjukkan tanda bahwa ia lapar. Pak Arjo (bapak semang kami) mengatakan, seorang dukun telah menemu- kan bahwa anak itu dimasuki makhluk halus dan setiap orang seperti sepakat dengan diagnosa ini. Bilamana panasnya meninggi, segala macam ramuan jamu dicobakan. Setiap tetangga menganjurkan jenis jamu yang berbeda. Anak itu kemudian dibawa kepada seorang mantri, Pak Wasito menyuntiknya dan memberinya obat batuk (walaupun ia tidak batuk). Beberapa obat Cina dari toko obat juga dicoba dan obat paten Cina yang terkenal, “Balsem Cap Macan”, telah digosokkan ke tubuhnya. Akhirnya ia dibawa kepada Pak Harso (dokter pemerintah yang semipensiun), yang mengatakan bahwa ia tidak dapat menemukan penyakit apa pun pada anak itu. Ini terjadi ketika panasnya sudah


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 168 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi