Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
perang, orang NU tak akan bersembahyang di masjid yang sama dengan orang Muhammadiyah, konflik itu sekarang sudah banyak terdesak ke belakang dan dalam soal keagamaan, setiap orang sekarang bisa melakukan apa yang dikehendakinya. Muhammadiyah sudah banyak melupakan masalah ideologis. Kalau pun seorang Muhammadiyah masih memegang pandangan modernis ini, mereka tak tertarik lagi membuat orang lain sebagai pemeluk baru. Masih ada bekas-bekas perbedaan, tetapi sudah banyak berkurang. Orang NU memberitahukan orang-orang bahwa Masyumi didominasi oleh Muhammadiyah, katanya. “Bukankah demikian?" tanya saya. “Ya kira-kira begitulah”, katanya sambil menun- juk dirinya sendiri. la sependapat dengan saya, orang NU sudah banyak menerima pembaruan organisasi dari orang Muhammadiyah seperti misalnya sekolah-sekolah, panti asuhan dan tidak lagi peduli dengan ideologi agama. “Semua orang tertarik kepada politik”, katanya lagi. Ketika saya tanya apa sebabnya, ia mengatakan, “Mereka berpendapat 'bahwa kalau mereka menang dalam politik, mereka tak akan mengalami masalah lagi dalam hal agama di kemudian hari". Catatan: ! Sejak Perang Dunia, bagian dari birokrasi yang religius ini telah diperluas dan orang yang berfungsi sebagai penghulu di tingkat kecamatan sekarang dinamakan naib. ? Haji adalah gelar yang diberikan kepada orang yang baru saja kembali dari naik haji. Dengan demikian, seorang yang bernama Abdul dipanggil Haji Abdul sesudah kembali dari Mekkah. Sebenarnya, ia sering mengganti seluruh namanya dan dipanggil misalnya saja dengan Haji Hasyim. 3 Seorang guru di sebuah pondok dan setiap ahli Islam pada umumnya disebut kiai. Kiai di Indonesia secara kasar hampir sama dengan ulama di Timur Tengah. « Samaseperti halnya orang abangan lebih suka dukun yang jauh, santri agaknya jugalebih menyukai pondok yang jauh. Alasannya adalah karena tempat yang jauh memperkuat kesanggupan berdiri sendiri dan lebih mudah untuk memusatkan perhatian kepada pelajaran. 3 H.AR. Glbb, op. cit., hal. 176. $ Mengingat penderitaan dan kelangkaan barang pada masa itu, serta penguasaan sepenuhnya semua jenis barang konsumsi oleh Jepang yang kebanyakan disalurkan lewat organisasi ini, maka posisi ini cukup kuat dan beberapa kali saya dengar pemegang jabatan ini dijuluki dengan “para diktator kecil" zaman Jepang.