Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 244
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 244 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Tabel terjemah Inggris belum dibuat.
Bahasa Indonesia Translation

Kami berbincang tentang NU dan Muhammadiyah. Ia (seorang modernis muda) mengatakan bahwa NU memiliki semua kiai. Muhammadiyah tak memiliki seorang ahli agama pun atau seorang kiai di Mojokuto. la mengatakan bahwa NU lebih kuat (mempunyai lebih banyakanggota) karena mereka mempunyai satu garis keagamaan yang jelas. Kebanyakan pendapat NU dalam soal-soal agama diputuskan oleh kiai-kiai besar dan yang lainnya mengikuti garis itu. Muhammadiyah tidak memiliki hal semacam ini. Tiap orang bisa memutuskan sendiri berdasarkan penafsirannya sendiri tentang Al Gur'an. la mengatakan bahwa Dullah (seorang pemimpin Muhammadiyah) berpendapat bahwa kalau orang lupa melakukan sembahyang, ia tidak harus mengulanginya lagi, tetapi Pak Ali (Ketua Masyumi dan Wakil Ketua Muhammadiyah) tidak setuju dengan pendapat ini—sebuah contoh konflik yang timbul bahkan di dalam organisasi itu sendiri. Penyandaran lebih besar kepada ajaran skolastik dan adat tidak- lah saling bertentangan sebagaimana tampaknya karena yang sering terjadi adalah bahwa kiai-kiai itu mencari sendiri tafsiran hukum yang memungkinkan mereka dan pengikut mereka mempraktikkan adat yang biasa mereka jalankan atas dasar tradisi. Kaum modernis, di pihak lain, cenderung menolak adat tradisional orang Islam yang mereka anggap tidak sesuai dengan semangat Islam sejati—seperti tindakan simbolik di sekitar peristiwa kematian atau ucapan pendek untuk “menenangkan”" sebelum sembahyang—dan tidak begitu terkesan oleh apayang mereka anggap sebagai argumen sesat ulama untuk membela tradisi. Demikianlah, seorang ulama modernis mengatakan dalam sebuah rapat Masyumi bahwa orang sering menggunakan Hadis secara takjujur. Misalnya, katanya ada tiga Hadis mengenai kaum perempuan, satu menganggap mereka lebih tinggi dari pria, satu menganggap mereka lebih rendah dan satu menganggap mereka sederajat. Dengan mengutip salahsatu saja, orang bisa mengambil hukum untuk pendapat yang mana pun. Karenanya, orang harus mengambil jiwa dari Hadis itusecara keseluruhan, semua kutipan mengenai masalah itu, katanya. Mengenai argumen dari fatwa-fatwa keagamaan sekunder, kaum modernis cenderung hanya mengatakan bahwa lebih baik berpegang teguh pada Al Gur'an serta Hadis dan tak perlu terlalu dipersulit. Untuk kebiasaan yang mereka anggap “sesuai" dengan Al Gur'an dan Hadis, kaum modernis cenderung menambahnya dengan rasionalisasi pragmatis. Demikianlah, sembahyang dianggap benar karena merupakan latihan jasmani yang baik dan sehat (sembahyang shubuh dianggap


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 244 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi