Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
bahwa tidak setiap orang demikian konsistennya sehingga memilih pihak yang sama dalam setiap pertentangan yang saya lukiskan. Tidak pula setiap orang begitu bersemangatnya sehingga jelas-jelas memilih satu pihak atau lain dalam tiap pertentangan itu. Ada banyak ketidaktegasan, ambivalensi dan sikap lunak dalam kepercayaan. Apa yang orang temukan adalah satu bentangan (continuum) dari yang kolot ke yang modern. Kebanyakan orang tidak berada pada salahsatu titik ekstrem, tetapi di suatu tempat di antara keduanya. Lagipula, kecenderungan pada akhirnya hanyalah kecenderungan, bahkan ketika, sebagaimana halnya di sini, kecenderungan itu cukup mengejutkan. Begitu juga ketika seseorang melihat bagaimana variasi dalam doktrin keagamaan Islam ini dilembagakan di Mojokuto, bentuk sosial yang diambilnya serta konteks sosial dimana semua itu berada, potret itu tidak menjadi lebih jelas, melainkan justru semakin kabur. Catatan: ' Mr. (singkatan dari meester) adalah sebuah gelar akademik Belanda yang digunakan oleh seorang master di bidang hukum. ? Dengan perkataan lain, Masyumi bersedia bekerja dalam republik sekuler dewasa ini dan tidak merasa perlu untuk segera mengumumkan sebuah deklarasi tentang negara teokrasi, yang oleh kebanyakan anggota Masyumi dianggap menimbulkan lebih banyak persoalan daripada memecahkannya. NU, walaupun terpaksa bekerja di bawah negara sekuler sekarang ini, karena memang tidak ada alternatif lain, kecuali memberontak (sebagaimana yang memang telah dilakukan oleh umat Islam sayap kanan yang berusaha mendirikan negara Islam di Jawa Barat, Sulawesi Selatan dan di sana-sini di Sumatera Utara), merasa bahwa teokrasi harus diproklamasikan segera, baru kemudian diikuti oleh pembaruan pemerintah sebagai konsekuensi yang wajar dari penerapan teori politik dan hukum Islam yang lebih tinggi. Pandangan Masyumi yang diberik. di sini bukanlah doktrin resmi partai, karena tak satu pun dari kedua partai berani terang-terangan menentang segera didirikannya negara Islami sekalipun demikian, penjelasan di atas merupakan ikhtisar yang tepat dari pandangan yang sebenarnya dianut oleh para pemimpin partai di Mojokuto. 3 H.AR. Gibb, Mohammedanism (London, 1949), hal. 70.