Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 253
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 253 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Tabel terjemah Inggris belum dibuat.
Bahasa Indonesia Translation

tua. Muksim (seorang pemimpin tua NU, salah seorang pendiri NU di Mojokuto) memimpin pertemuan. Ia membuka pertemuan dengan kalimat berbahasa Arab dan melanjutkannya dengan mengemukakan nilai Islam, khususnya pentingnya Islam bagi mereka yang seusia dia, 'dengan mengatakan “kalau kalian mati, matilah dalam Islam”, Pembicara pertama (seorang pemimpin yang masih agak muda) melemparkan serangan terhadap kelemahan orang-orang NU. Ia mengatakan, kalau NU menghendaki negara Islam mereka harus rajin mengikuti rapat-rapat dan belajar pengetahuan umum, tidak hanya agama serta bahwa mereka harus mengembangkan organisasi itu. Ia mengatakan bahwa umat Islam di Indonesia mencapai jumlah 9096 dari penduduk,' tetapi mereka tidak memiliki kekuasaan yang layak karena hanya duduk-duduk saja dan tak mau menghadiri rapat-rapat. (Sejumlah orang mengantuk sepanjang pembicaraan ini dan beberapa lagi mengantuk hampir sepanjang acara rapat). Ringkasnya, pidatonya menjadi himbauan agar umat menjadi lebih aktif dan ia secara khusus mencela apa yang tampak dalam rapat.... Muksim kemudian mempersilahkan Rais, Sekretaris NU, yang datang dari balik pintu tempat ia sudah menunggu. Ia berpidato selama 15 menit, isinya merupakan peringatan agar anggota biasa lebih aktif dalam NU. Ia mengulang-ulang lagi anjuran agar para pemimpin maupun mereka “yang dipimpin” sama-sama berpartisipasi. Ia mengatakan bahwa mereka harus pergi ke luar mengajak teman-teman mereka agar datang. Bahwa yang hadir hanya 30 orang, padahal jumlah anggota NU begitu banyak, merupakan hal yang menyedihkan dan NU mempunyai tanggungjawab sosial untuk mengadakan rapat dan tidak bisa hanya memperhatikan agama saja. Muksim kemudian berpidato lagi sebentar tentang manfaat agama bagi orang-orang tua dan menekankan lagi perlunya meninggal dalam Islam.... Pada umumnya, orang-orang NU (ini adalah rapat pertama yang saya ikuti) di sini tampak lebih tua dari orang-orang Muhammadiyah serta perhatian kepada masalah yang secara langsung menyangkut agama tampak lebih nyata. (Dua pidato khusus menyangkut keagamaan dihilangkan dari catatan di atas). Kebanyakan orang-orang NU yang lebih muda tidak hadir. Yang lain, seperti Rais, sekadar masuk, mengucapkan pidato dan meninggalkan ruangan. Beberapa orang mengenakan pakaian tradisional: seorang memelihara jenggoti dan tiga atau empat orang benar-benar sangat tua, hingga memerlukan tongkat kalau berjalan. Muksim tampaknya lebih erat berhubungan dengan rakyat daripada yang lain dan saya kira itulah sebabnya ia yang menjadi pemimpin rapat. Peserta yang lebih tua dan tekanan pertemuan pada agama sebagian bisa dihubungkan dengan kenyataan bahwa pertemuan itu lebih merupakan dakwah keagamaan daripada rapat resmi. Akan


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 253 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi