Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 254
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 254 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Tabel terjemah Inggris belum dibuat.
Bahasa Indonesia Translation

tetapi, nada yang hampir putus-asa yang digunakan oleh pemimpin- pemimpin muda NU dalam usaha menghimbau pengikut NU agar meninggalkan hal-hal yang kolot dan bersikap sedikit modern adalah kekhasan mereka. Di dalam kepemimpinan Masyumi, persoalannya agak berbeda. Pertama-tama, semua pemimpin utama Masyumi di Mojokuto, kecuali satu orang saja, adalah anggota Muhammadiyah dan karena itu adalah modernis yang tegas. Pemimpin ketujuh, anak Haji Nazir, perintis modernis, pada umumnya bersikap simpatik terhadap modernisme. Yang jadi masalah terutama bukanlah soal modernisme lawan konservatisme, melainkan apa yang disebut pendekatan “sekuler” dan “kesalehan” terhadap modernisme. Berdasarkan definisi, tak seorang santri pun bisa menjadi seorang sekuleris dan saya telah menegaskan kenyataan bahwa kaum modernis berurusan dengan Islam yang “murni"”. Meskipun demikian, orang tiba pada modernisme dari dua sudut. Pertama, terdapat orang-orang Islam saleh yang perasaannya terhadap tradisi Islam sama dalamnya dengan mereka yang konservatif. Akan tetapi, karena terdidik dengan baik, menyadari secara pahit kekurangan Islam dalam bentuk abad pertengahannya bagi kehidupan modern. Kepentingan orang Semacam ini (misalnya saja, anak Nazir yang telah belajar beberapa bahasa serta yang ilmunya tentang Al Gur'an dan Hadis tersohor di seluruh wilayah itu, baik di kalangan modernis maupun konservatif) terhadap modernisme adalah untuk menunjukkan Islam yang tidak akan membuat dia malu—khususnya ketika menghadapi kepercayaan-kepercayaan lain yang dimodernisasikan, seperti misalnya agama Kristen—tetapi yang masih bercorak Islam dan memenuhi kebutuhan keagamaan yang kuat. Jenis manusia kedua yang tertarik kepada modernisme adalah mereka yang kepentingan utamanya terletak dalam dunia sekuler, tetapi juga merasakan adanya kebutuhan akan semacam konteks religius untuk tingkahlakunya. Ia menginginkan sebuah agama yang tidak akan terus-menerus menghalangi kegiatannya dalam kehidupan modern yang sekuler dan membiarkan dia mengejar kepentingannya di sana, tetapi yang masih mengizinkan dia menjadi seorang muslim yang baik untuk membenarkan kehidupannya menurut ukuran-ukuran Al Gur'an. Ketua Muhammadiyah di Mojokuto sekarang adalah orang semacam itu. Ia lebih tertarik pada kegiatan politik dan sosial dibandingkan pada pengajian agama, tetapi ia pasti bukan seorang sekuleris.


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 254 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi