Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 266
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 266 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Tabel terjemah Inggris belum dibuat.
Bahasa Indonesia Translation

(yang diajar oleh isteri pemimpin Muhammadiyah), sekolah agama untuk anak-anak perempuan, sekolah dasar enam tahun, sekolah menengah pertama tiga tahun dan sekolah guru tiga tahun untuk mereka yang ingin mengajar di sekolah-sekolah agama. Panti asuhan itu dijalankan sepenuh waktu oleh salah seorang anggota Muhammadiyah, memiliki 60 murid dan enam staf, termasuk seorang tukang kebun, koki, tukang cuci, di samping kepala panti, isterinya dan seorang sekretaris. Anak-anak itu diterima atas rekomendasi anggota Muhammadiyah atau kepala desa, dengan prioritas diberikan kepada mereka yang sudah ditinggalkan oleh kedua orangtuanya dan tidak punya sanak keluarga lagi yang akan memelihara mereka. Dewasa ini, panti asuhan itu dibiayai sebagian oleh Muhammadiyah (Sumbangan yang dapat dihitung sebagai zakat dari mereka yang memberikannya) dan sebagian lagi oleh subsidi pemerintah sebesar Rp 2,10 untuk setiap anak. Sumbangan Muhammadiyah mencapai sekitar seperempat dari sumbangan Pemerintah, tetapi dari waktu ke waktu masih disokong lagi oleh usaha-usaha khusus, seperti usaha mengumpulkan dua ton beras dari desa-desa pada 1952 guna membeli kasur baru untuk tempat tidur anak-anak. Anak-anak itu, terdiri atas lelaki dan perempuan, berusia antara enam sampai 16 tahun dan diasramakan dalam bangunan yang terawat baik di tengah kota serta dididik di sekolah-sekolah Muhammadiyah. Mereka juga belajar embahyang dan membaca Al Gur'an serta memperoleh pendidikan dan latihan keagamaan pada umumnya karena mereka semua merupakan anggota organisasi pemuda Muhammadiyah. Pembagian daging pada hari Idul Adha adalah untuk memperingati pemberian kurban oleh Nabi Ibrahim. Waktunya dibuat bersamaan dengan pemberian kurban biri-biri serta kambing oleh jema'ah haji di dekat kota Mekkah karena saat itu adalah hari besar yang menandai titik-akhir dari ibadah haji. Beberapa anggota dan teman-teman Muhammadiyah menyumbangkan uang (kalau kaya, menyumbangkan seekor sapi atau kambing) yang kemudian dibelikan sapi atau kambing untuk kurban. Karcis dibagi-bagikan kepada keluarga fakir miskin, baik oleh anggota-anggota Muhammadiyah yang memperoleh petunjuk dari orang-orang di luar anggota, maupun oleh kepala-kepala desa. Setiap karcis berisi jatah sebungkus daging sekitar satu kilogram untuk satu keluarga. Pada Idul Adha tahun 1953, Seekor sapi serta lima ekor kambing dikurbankan dan sekitar 250 bungkus daging dibagi-bagikan.


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 266 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi