Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 267
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 267 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Tabel terjemah Inggris belum dibuat.
Bahasa Indonesia Translation

Kebanyakan fakir miskin merasa sangat malu untuk datang sendiri dan hanya menyuruh anak-anak mereka datang ke panti asuhan itu. Secara teoretis, pembagian daging harus ada di semua desa, tetapi di sekitar Mojokuto, hanya Muhammadiyah yang tampaknya mampu dan bertenaga untuk menyelenggarakannya.? Namun, zakat fitrah dikumpulkan di banyak desa oleh berbagai organisasi. Muhammadiyah, NU dan PS1I mengumpulkannya di kota- kota. NU dan Masyumi mengumpulkannya di tiap desa yang kelompok santri-nya kuat. Sampai Muhammadiyah muncul pada 1931, zakat fitrah tidak pernah terkumpul atau dikumpulkan sendiri oleh para kiai, modin dan berbagai tokoh agama lainnya. Kabarnya, zakat itu tidak selalu men- capai kelompok masyarakat yang dituju. Di sini dan di mana-mana, usaha Muhammadiyah adalah untuk menyediakan sebuah model praktik Islam yang benar dan murni serta bisa ditiru oleh seluruh umat lainnya yang tenggelam dalam kebodohan, sebuah fungsi yang masih mereka lakukan dalam Masyumi. Belakangan, pada malam hari, ketika Nur, anak pemimpin Masyumi di Sumbersari (sebuah desa yang berdekatan), muncul (di tempat Muhammadiyah berkumpul di malam menjelang Idul Fitri untuk membagi-bagikan zakat) untuk memperoleh beberapa petunjuk dalam membagi zakat, tiba-tiba ia mengingatkan bahwa zakat itu belum dibagi- bagikan. Rakhmad (kepala sekolah menengah atas Muhammadiyah) dengan marah mengatakan bahwa kalau zakat itu belum dibagi- bagi sampai pagi hari, maka mereka yang tidak membagikannyalah yang berdosa. Pembagian itu harus dilakukan sebelum sembahyang led: demikian ini hukumnya dan orang tidak boleh melakukannya sembarangan seperti cara-cara lama. Dia, Nur harus bertanggungjawab kepada Tuhan di kemudian hari dan ia harus merasa bahwa hal itu dilakukan dengan baik. Nur kembali lagi, sambil mengatakan bahwa bukan dia yang sebenarnya bertugas membagi-bagikan zakat, tetapi ayahnya dan bahwa setiap tahun selalu terjadi kesalahan. Ali (Ketua Masyumi, Wakil Ketua Muhammadiyah) mendukung Rakhmad. Nur mulai tampak sedih dan hanya bergumam bahwa orang desa tak pernah tahu bagaimana melakukannya dengan benar dan setiap tahun, hal itu selalu berlangsung dengan salah, tak peduli betapa kerasnya mereka mencoba. Kemudian Rakhmad menjadi sedikit lunak dan mengatakan bahwa Nur harus memberitahu bapaknya agar tahun yang akan datang, ia pergi ke kantor-kantor Muhammadiyah untuk memperoleh bantuan dan mempelajari cara melaksanakan zakat yang benar.


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 267 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi