Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 276
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 276 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

dan kiai sebagai juru obat. Pada pokoknya, kiai mengobati orang dengan ramuan tumbuh-tumbuhan, tetapi mereka juga berdo'a. Do'a itu sangat penting karena kiai tidak ingin si pasien mengira bahwa ramuan itulah yang menyembuhkan dia dan bukan Tuhan, karena kalau tidak demikian, i pasien akan jadi materialistik serta mengira bahwa apa yang diperlukannya adalah obat dan bukan Tuhan. Caranya demikian: Pasien datang kepada kiai. Kiai kemudian berdo'a dan sementara ia berdo'a, maka akan terlintas dalam pikirannya, diagnosa serta pengobatannya, obat mana yang harus dipakai dan di mana mendapatkannya. (Ia mengatakan, banyak kiai menanam segala jenis tumbuhan obat di kebunnya, tetapi terkadang tanaman itu perlu dicari di tempat yung jauh). Setelah si pasien memperoleh ramuan jamu, si kiai akan berdo'a lagi untuk membuat jamunya manjur. Usman tampaknya berpendapat bahwa pengobatan oleh kiai adalah sah menurut Islam dan mengutip pendapat seorang dokter Amerika yang mengatakan bahwa sebagian penyakit bersifat kejiwaan dan harus diobati secara kejiwaan pula.... Para kiai—tabib, penasihat, guru dan cendekiawan —adalah orang- orang yang paling tinggi prestisenya di kalangan umat. Kebanyakan mereka adalah anak petani kaya yang mampu mengirim mereka naik haji atau lebih umum lagi, membawa mereka naik haji. Seorang tua yang berusia 65 tahun serta telah menabung selama 40 tahun dengan mengubur kekayaannya dalam bentuk uang logam di bawah lantai rumahnya dan kemudian pergi naik haji bersama anaknya atau cu- cunya, merupakan pemandangan yang umum pada tahun-tahun sebelum perang. Mereka mungkin keturunan jauh kiai dan haji yang mengumpulkan tanah selama bertahun-tahun sehingga membuat mereka menjadi tuantanah kecil. Status keagamaan dan kekayaan menyatu untuk menghasilkan sebuah kelas ahli agama yang saling terpisah dan menentukan doktrin serta memegang kekuasaan sosial yang tidak kurang pentingnya walaupun sifatnya informal serta tak langsung. Katanya, kiai dalam mengoreksi pendapat seseorang (awam) tak pernah mengatakan bahwa ia salah, tetapi melakukannya dengan jalan mengisahkan cerita lama, dimana orang itu bisa menyimpulkan kesalahannya sendiri tanpa harus dikatakan salah secara langsung. Kata saya, “Bukankah para kiai kadang-kadang tidak sependapat?" 1a menjawab, “Ya, memang demikian. Kadang-kadang Inggris, Prancis dan Amerikajuga tidak sependapat. Bukankah demikian—terutama mengenai hal-hal kecil walaupun pada dasarnya mereka bersatu?" Saya setuju.


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 276 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi