Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
dikerjakan bersama-sama, maka kesalahan, amal kebaikan serta rahmat dibagi bersama di antara semua jama'ah. Dengan demikian, kalau orang melakukan sembahyang di masjid atau langgar dan melakukan kesalahan (dalam ibadah itu) atau tidak begitu khusyu (karena orang tidak pernah benar-benar tahu seberapa efektif, seberapa murni serta seberapa tepat ibadahnya), maka hukuman yang jatuh karena hal ini dapat dibagi rata kepada seluruh rombongan serta dipikul bersama-sama sehingga beban itu akan lebih ringan dan sebetulnya hampir tak terasa. Namun, kalau seseorang mengerjakan sembahyang sendirian di rumah da: melakukan kesalahan, maka ia akan menerima seluruh hukumannya 'Sebaliknya, kalau orang bersembahyang di masjid atau langgar, orang memperoleh keuntungan dari kesalehan orang lain yang lebih mendalam pengetahuan agamanya dan lebih bagus shalatnya sehingga memperoleh lebih banyak pahala serta menambah amal salehnya. Pergi ke masjid saja sudah mendapatkan pahala. Misalnya, kalau orang pergi ke masjid dan bermaksud sembahyang, tetapi tiba-tiba tertidur, orang masih akan memperoleh beberapa pahala di surga karena telah datang ke masjid dengan maksud bersembahyang serta sebagai hasil dari sembahyang orang saleh yang ada di situ. Jadi, selalu lebih baik bersembahyang berjama'ah daripada sendi Sembahyang Sebenarnya, kata prayer (Inggris) bukanlah terjemahan yang tepat untuk shalat Guga disebut sembahyang) karena berbeda dari sembahyang Kristen, shalat ditetapkan tidak saja waktunya, tetapi juga bentuk serta isinya. Ada perbedaan yang tajam antara ibadah wajib dan do'a perorangan yang sukarela, yang bisa dilakukan kapan saja oleh orang untuk memohon sesuatu kepada Tuhan, dengan ungkapan apa saja serta dalam bahasa Jawa, bukan bahasa Arab, kalau orang menghendakinya. Dengan demikian, shalat lebih baik diterjemahkan dengan “ritual incantation”. Bagaimanapun juga, bentuk shalat di Indonesia sama dengan bentuk shalat di negeri Islam lainnya: dan, ini sudah sering dicerita- kan—wudhu, sujud serta bacaan. Saya tak perlu meninjau kembali cara pelaksanaannya di sini, kecuali mencatat bahwa walaupun semua santri mengerjakan shalat secara teratur, mereka agak berbeda dalam kecermatan mengerjakannya. Bisri mengatakan dalam hubungannya dengan penggambaran shalat bahwa ada beberapa bagian yang boleh dipilih. Ada satu bagian di