Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 347
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 347 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Tabel terjemah Inggris belum dibuat.
Bahasa Indonesia Translation

menguasai petani dalam rangka memeras padi serta tenaga kerja yang diperlukan mereka untuk menyangga spesialisasi mereka: teror militer sederhana dan semangat agama yang menyala-nyala. Aristrokasi Jawa menggunakan keduanya. Konsep-Konsep Dasar Dalam Pandangan-Dunia Priyayi Petani tergantung kepada para pangeran ningrat bukan hanya untuk perlindungan militer saja, tetapi juga karena kaum ningrat memiliki aura mistik-magis yang disebut Max Weber sebagai karisma. Keunggulan spiritual dihubungkan dengan keutamaan politik dan mencapai puncaknya pada raja yang tak bergerak, penjelmaan Wisnu atau Siwa yang bersemadi di istananya di pusat jagat raya. Kekuatan spiritual mengalir ke luar serta ke bawah dari pancuran kerajaannya, makin menipis ketika merembes melalui tiap lapisan birokrasi dan akhirnya mengalir lemah ke massa petani. Petani dan raja, pusat dan pinggiran, puncak dan dasar, Tuhan dan makhluk, yang sakral dan yang profan—semua ini, dengan sedikit penafsiran kembali, merupakan batas koordinat tongkat pengukur metafisik serta sosial priyayi, batas yang diringkas menjadi sepasang konsep yang sangat penting bagi pandangan-dunia priyayi, yakni alus dan kasar. Alus berarti murni, berbudi halus, halus tingkahlakunya, sopan, indah sekali, lembut, subtil, beradab, ramah. Seseorang yang berbicara bahasa Jawa tinggi dengan mulus adalah alus, seperti halnya bahasa Jawa tinggi itu sendiri. Sepotong kain yang diberi corak yang rumit dan halus di atasnya adalah alus. Musik yang dimainkan dengan elok atau tarian yang ditarikan dengan langkah-langkah yang terkendali adalah alus. Demikian juga batu yang halus, anjing yang rambutnya menyuruk kebawah, lelucon yang menarik dan ekspresi puitis yang pintar. Tuhan tentu saja alus (Sebagaimana juga semua makhluk halus yang gaib), demikian pula pengalaman mistik dengannya. Jiwa serta watak seseorang adalah alus sepanjang ia secara emosional memahami struktur akhir keberadaan atau eksistensi dan tingkahlaku serta perbuatan seseorang adalah alus sepanjang ia diatur oleh etiket yang rumit serta kompleks yang berasal dari istana. Kasar hanyalah lawan dari itu: tidak sopan, kasar, tak beradab: musik yang dimainkan dengan buruk, lelucon bodoh, sepotong kain murahan. Antara dua kutub inilah priyayi menempatkan setiap orang, dari petani sampai raja.


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 347 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi