Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 355
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 355 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Tabel terjemah Inggris belum dibuat.
Bahasa Indonesia Translation

baya serta Semarang, unsur literati berangsur-angsur berkurang dan unsur inteligensia berangsur-angsur bertambah, hingga di beberapa lingkungan di Jakarta, kalau kita mengabaikan antropologi fisik, kita akan sulit untuk mengatakan bahwa itu bukan di Belanda. Begitu pula sebaliknya, kalau kita mendaki tangga kedudukan ke arah pusat-pusat kerajaan besar di pedalaman, maka akan kita dapati kecenderungan bertumbuhnya unsur-unsur literati. Walaupun aspek inteligensia tidak harus menurun, hingga di lingkungan istana Yogyakarta dan khususnya Surakarta, kalau kita tidak melihat pada mebel serta lampu listriknya, kita mungkin akan mengira kita sedang berada di keraton Hindu- Buddha pada zaman sebelum Belanda. Mojokuto, secara sosial dan geografis terletak di tengah, mempero- leh pengaruh dari dua arah itu. Kalau orang mengenakan pakaian adat keraton keutara, di sekitar Mojokuto dan Surabaya, ia akan ditertawakan, kata seorang informan kepada saya. Katanya, ia kenal seseorang yang pakaian tradisionalnya benar-benar terkoyak dari dirinya. Akan tetapi, kearah Yogyakarta dan Surakarta, orang menyukai pakaian seperti itu dan banyak yang masih merendahkan orang yang mengenakan celana panjang serta jas sebagai peniru Belanda. Meski demikian, pada umumnya, unsur inteligensia dan literati cenderung berpadu pada seseorang dengan hanya penekanan relatif pada yang satu atau yang lain. Pahlawan-budaya priyayi sekarang (1954) adalah Sultan Yogyakarta yang katanya berbuat persis seperti seorang raja konservatif, mistik serta tradisional di dalam istananya dan berlaku seperti seorang pemimpin politik progresif, modern serta berpendidikan Belanda di luar istana. Bahkan, di kebanyakan lingkungan inteligensia diJakarta, orang sering menemukan mistisisme di tempat-tempat yang tak terduga: Ia (seorang mahasiswa sosiologi tingkat lanjut di Universitas Indonesia) bertanya kepada saya, apakah saya sudah belajar filsafat dan saya menjawab, “Sedikit”. Ia bertanya, apakah saya sudah menemukan kunci hidup di sana, sebuah jawaban. Ia mengatakan bahwa ia hanya tahu sedikit sekali tentang filsafat, tetapi selalu berusaha mencari kunci semacam itu. Ia mengatakan bahwa ia telah menyusun sebuah filsafat untuk dirinya sendiri: sebagian filsafat India, sebagian Islam, sebagian sosiologi dan sebagian lagi psikologi.... Ia telah menulis semua ini dan mengirimkannya kepada Siasat (sebuah majalah mingguan sosialis), tetapi redakturnya mengatakan bahwa ia harus mengirimkannya ke


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 355 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi