Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 361
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 361 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Tabel terjemah Inggris belum dibuat.
Bahasa Indonesia Translation

luar: sabar membawa ketenangan seperti itu dengan pengendalian batin atas lonjakan emosi, dihentikannya pertumbuhan kehendak, dilebihkannya sikap berhati-hati: trima membawa ketenangan melalui penerimaan hal yang tak dapat dihindari dengan sikap mulia: “Kalau kau terima kesusahan, ia akan hilang sepenuhnya”. Kalau kita bisa menenangkan perasaan kita yang paling dalam (dengan jalan trima, sabar dan ikhlas), demikian kata penyair itu, kita bisa membangun tembok di sekelilingnya: kita akan mampu menyembunyikannya dari orang lain serta melindunginya dari gagasan luar. Penghalusan perasaan batin, dengan demikian, memiliki dua aspek. Pertama, percobaan langsung ke dalam untuk mengontrol perasaan seseorang yang dicerminkan oleh trima, sabar dan ikhlas dan kedua, percobaan ke luar untuk membangun dinding di sekeliling diri untuk melindunginya. Di satu pihak, kita terlibat disiplin ke dalam dan di pihak lain, kita terlibat dalam pertahanan ke luar. Mistisisme terutama adalah latihan untuk yang pertama—bagaimana menjadi trima, sabar dan ikhlas. Etiket adalah latihan untuk yang kedua. Pada dasarnya, penghalusan dunia dalam—batin—memungkinkan penghalusan dunia luar, yang pada gilirannya melindungi kita dari gampang merasa kecewa. Dengan begitu, priyayi memiliki dua baris pertahanan untuk melawan kejutan dunia luar: formalisasi perilaku sosial agar mudah diprediksi dan perataan gejolak perasaan sehingga kalau yang tak diharapkan terjadi juga, ia tidak akan begitu menimbulkan kekalutan di dalam. Peran Etiket Tembok itu, dengan demikian, adalah tembok etiket. Etiket melengkapi priyayi alus dengan serangkaian cara formal yang kaku untuk mengerjakan berbagai hal yang menyembunyikan perasaannya yang sebenarnya dari orang lain. Lagipula, etiket demikian mengatur tingkahlaku diri sendiri maupun orang lain sehingga ia tak mungkin memberikan kejutan yang tidak menyenangkan. Dalam model percakapan yang didiktekan kepada saya oleh informan-informan priyayi yang mengajar saya bahasa Jawa, situasi yang sama terjadi dan terjadi lagi hingga hampir mencapai titik membosankan. Dua orang berbicara. Orang yang satu menginginkan sesuatu dari yang lain (pinjaman, pertolongan atau ingin ditemani pergi kesuatu tempat) dan keduanya mengetahui hal itu. Pihak yang meminta


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 361 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi