Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
sesuatu tidak ingin mengajukan permintaannya secara langsung karena khawatir akan membuat marah pihak yang diminta. Pihak yang diminta pun tidak menyatakan penolakannya secara langsung karena khawatir akan mengecewakan yang meminta. Keduanya sangat memperhatikan reaksi emosi pihak lain karena akhirnya hal itu akan berdampak pada perasaan mereka sendiri. Hasilnya, mereka melakukan serangkaian pola percakapan formal yang panjang, bentuk-bentuk sopan-santun, cara- cara tak langsung yang kompleks serta saling menyatakan kemurnian alasan masing-masing dan hanya dengan lambat sekali sampai kepada inti pembicaraan sehingga tak seorang pun terkejut mendengarnya. Etiket merupakan pemindahan nada perasaan kehidupan batin yang tenang dan bisu ke tingkat perilaku antar-orang. Hubungan antara rasa dan etiket seringkali dinyatakan dengan sebuah metafora dagang yang tajam. Apatujuan hidup? (Informan itu, guru sebuah sekte mistik, memberikan kepada saya semacam katekismus kepercayaan kelompoknya). Tujuan hidup adalah untuk memperoleh kedamaian perasaan: selain dari itu, tak ada. Tak ada orang yang mencari kesedihan, kekalutan: yang dicari setiap orang hanyalah kedamaian. Setiap orang memulai pencarian kedamaian batin ini dengan sejumlah modal, sebagaimana di pasar, hanya tidak berbentuk uang, tetapi berbentuk rasa. Modalnya tak lebih dan tak kurang dari kemampuan membuat orang lain merasa tenteram.... Setiap orang memiliki modal rasa untuk melaksanakan hal ini. Ketika saya datang ke rumahnya, ia berdiri dengan cara yang sopan untuk menyambut saya. Ini adalah modalnya, karena itu menyebabkan 'saya merasa enak. Oleh sebab itu, saya pun membalas bersikap sopan kepadanya, maka ia pun merasa enak dan modal rasa-nya bertambah. Anda sering melihat tulisan yang tergantung di rumah-rumah orang: “Kita harus punya rasa sopan santun”. Perasaan etiket ini, bentuk-bentuk kesopanan ini, adalah semacam perkakas atau alat untuk membuat orang lain merasa damai di dalam dan dengan demikian, termasuk juga diri Anda: semacam modal rasa, karena semua gerak-gerik adalah dari rasa, maka kesopanan pun memiliki rasa. Kalau Anda bertemu dengan orang dijalan dan Anda hanya lewat serta tidak bertanya, “Mau ke mana Pak?” dalam bahasa Jawa tinggi (yang merupakan salam Jawa yang lazim), ia akan merasa kecewa: dan kemudian kekecewaannya akan bereaksi kembali, sehingga Anda akan merasa kecewa. Ia mengatakan bahwa setiap orang memiliki bentuk kesopanannya sendiri sehingga tak ada orang Amerika, misalnya, yang akan bertingkahlaku seperti ini—dan ia kemudian memberikan sebuah